Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Turun, Inflasi di Kota Tangsel 3,3 Persen

Published

on

Banten Hits – Inflasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diklaim menurun drastis. Dari sebelumnya 10 persen, inflasi di Kota ini turun drastis menjadi 3,3 persen. Sebelumnya, tingginya angka infkasi disebabkan kenaikan harga bahan bakar dan sembako.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Dinay mengatakan, inflasi merupakan indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling berpengaruh.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi. Selain itu kebijakan ekonomi Pemerintah Pusat turut mempengaruhi penurunnan inflasi,” ungkapnya di Serpong, kemarin.

Untuk penurunan inflasi, Pemerintah Kota Tangsel telah mengeluarkan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya dengan urban farming dan pemberian bibit cabe kepada masyarakat.

BACA :  Catat! Tak Ada Pesta Kembang Api saat Pergantian Tahun di Pantai Anyar

Diharapkan, setelah panen komoditas sayur mayur ini, masyarakat tidak perlu lagi membeli di pasar, sehingga dapat menekan permintaan terhadap pasar.

“Jika permintaan rendah, harga dipasaran akan stabil,” jelasnya.

Kata dia, TPID juga berperan mengawasi dan mengendalikan harga-harga pokok. Untuk itu, ia berpesan kepada TPID untuk terus memonitor perkembangan harga berbagai komoditas pangan di pasaran.

“Kemudian memberikan rekomendasi kepada kami Pemkot untuk mengambil langkah-langkah apa saja yang diperlukan dalam menekan inflasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tangsel Faidzin menjelasnkan, ada beberapa komoditas pokok yang perlu diperhatikan oleh TIPD untuk menekan angka inflasi. Seperti, harga bawang merah, cabai, bayam, telur, daging ayam dan daging sapi, biaya rumah kontrakan dan bahan bakar minyak.

BACA :  PT FKS Jakarta Siap Tampung Jagung Hasil Panen Petani Pandeglang

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan kelebihan likuiditas alat tukar dan desakan produksi. Awal tahun ini, pihaknya belum bisa melihat angka inflasi lantaran disibukan dengan persiapan program nasional Sensus Ekonomi 2016.

“Biasanya kenaikan inflasi terjadi menjelang hari raya,” pungkasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler