Connect with us

METROPOLITAN

Bangun RTH, Puluhan Lapak Pedagang Pasar Kranggot Cilegon Dibongkar

Published

on

Banten Hits – Puluhan lapak pedagang di Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, dibongkar petugas gabungan dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Tata Kota, Satpol PP dengan dibantu pihak Kepolisian dari Polsek Cilegon, Senin (4/4/2016).

Pembongkaran lapak terkait dengan rencana Pemkot Cilegon yang akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan menciptakan kawasan pasar lebih bersih dan nyaman.

“Ada 10 kios permanen dan 50 auning yang kita tertibkan. Merea (pedagang-red) kita relokasi ke hanggar di blok F,” kata Kepala Disperindagkop Cilegon, Dikri Maulana.

Dikri mengatakan, penertiban puluhan lapak tersebut sudah direncakan sejak tahun 2012 lalu. Para pedagang kata dia sudah mengetahui menyetujui rencana relokasi tersebut, dan pada Februari pihaknya mensosialiasikan penertiban tersebut.

BACA :  BOP PAUD di Pandeglang Tak Seberapa, Irna Minta Keikhlasan Guru

“Semua pedagang sudah tahu dan setuju. Malah ada pedagang yang membongkar sendiri lapak dagangannya,” ujarnya.

Ia menerangkan, eks lapak yang dibongkar tersebut akan menjadi RTH. Nantinya, dari area pintu masuk hingga pasar akan dibuat kawasan hijau agar lebih rapih dan tertata.

“Jadi kita akan bikin taman di sepanjang akses masuk biar pasar lebih teduh,” terang Dikri.

Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot, Mohammad Yamin menjelaskan, para pedagang tidak perlu ragu. Pasalnya kata Yamin, dengan penataan kawasan pasar justru bisa membuat para pembeli merasa lebih nyaman.

“Kalau pasarnya bersih dan rapih, enggak usah khawatir omset nakal turun. Justru, nantinya para pembeli lebih banyak karena mereka belanja lebih nyaman. Dan, kapasitas hanggar yang memang sudah disedikan cukup untuk menampung semua lapak pedagang,” paparnya.

BACA :  Serahkan Laporan Keuangan Pandeglang, Irna: Mudah-mudahan WTP

Sementara itu, Mulyana, salah seorang pedagang di Pasar Kranggot, dengan berat hati harus mengikuti keinginan Pemerintah yang merelokasi pedagang ke hanggar.

“Sebenarnya saya agak ragu-ragu, soalnya takut enggak laku lagi. Habisnya pelanggan kan tahunya saya jualan di sini (bantaran kali). Kalau Pemerintah jamin enggak ada lagi yang jualan di luar hangar, ya kita sih ngikut aja,” imbuhnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler