Connect with us

METROPOLITAN

Masyarakat Sebut Pembangunan Jalan Kopi-Sangiang Asal-asalan

Published

on

Banten Hits – Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lebak (MPL), mendesak Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak segera mengevaluasi pembangunan Jalan Kopi-Sangiang yang diduga asal-asalan, menyusul ditemukannya beberapa kejanggalan pada pengerjaannya. 

“Mulai dari kedalaman galian tanah yang diperuntukan tidak maksimal, karena seharusnya kedalaman tanah 25 cm. Sedangkan di lapangan (kedalamannya) hanya sekitar 5 centimeter saja,” kata Abdul Rohman, ketua umum MPL ketika mendatangi kantor DBM Lebak, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, kedatangan sejumlah anggota MPL ini hanya untuk melayangkan surat permohonan dengan Nomor 008/B-MPL/04/2016, terkait permohonan evaluasi pekerjaan pelebaran Jalan Kopi-Sangiang tahun anggaran 2016, STA. 2+590 – 4+260.

“Selain itu jenis batu yang digunakan tidak sesuai spek dan yang lebih parahnya, kegiatan tersebut dilakukan bukan oleh pemenang tender. Sehingga akhirnya menuai penilaian kami, bahwa kegiatan tersebut di-sub-kan kembali ke pihak lain, sebab dalam arsip kami pemenang tender adalah CV. Karya Bersama,” tegas pria yang akrab disebut Komeng ini.

BACA :  Mafia Sinarmas Land Disebut Rampas Lahan, Warga: Girik Tiba-tiba Hilang, Bangunan Mewah Kokoh Beridiri

Karenanya, kata Komeng, ia mendesak kepada DBM agar segera mengevaluasi kegiatan tersebut. Jika tidak, pihaknya akan mencoba mengadukan masalah ini ke DPRD Lebak.

“Minggu ini harus ada hasil evaluasi. Jika tidak kami akan mendesak DPRD untuk mengkonfrontir semua pihak terkait masalah ini,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak Sony H Nusadjati mengatakan, sebenarnya hal tersebut sudah menjadi perhatian dinas dan setiap rapat evaluasi selalu menjadi sorotan.

“Kami akan coba menelusuri lebih jauh kembali mengenai permasalahan ini, agar sebisa mungkin segera dievaluasi,” kilahnya.(Rus)

 



Terpopuler