Connect with us

METROPOLITAN

Begini Cara JS Habisi Nyawa Juragan Sembako di Karawaci

Published

on

Banten Hits – Swie Kim (54) seorang juragan sembako di Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, ditemukan tewas di rumahnya sendiri, Selasa (16/2/2016).

Pasca tewasnya Swie Kim, Polisi kemudian meringkus seorang pria berinisial JS (47) seorang tukang bakso yang biasa mangkal di depan rumah Swie. Ia menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Hari ini, Selasa (5/4/2016), Polres Metro Tangerang menggelar rekonstruksi kasus tersebut di Jalan Raya Kemuning, Karawaci. Rekonstruksi yang disaksikan pihak keluarga Swie dan masyarakat setempat ini tak luput dari penjagaan puluhan personil Polisi.

(BACA: Juragan Sembako di Karawaci Ditemukan Tewas)

Dalam rekonstruksi yang mulai digelar pukul 09.00 WIB, tersangka JS memperagakan sebanyak 40 adegan, termasuk saat ia menghabisi janda beranak dua tersebut.

BACA :  Gerak Jalan Santri 2018 di Banten Diikuti Ribuan Peserta

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto menjelaskan, dalam adegan ke 15 sampai 20, JS memperagakan bagaimana menghabisi nyawa korbannya dengan menggunakan konblok dan sebilah pisau.

“Pelaku memukul kepala korban dengan konblok. Karena melihat korbannya masih hidup, pelaku kemudian mengambil sebilah pisau yang ada didekat korban dan langsung menusukannya ke leher korban,” ungkap Agus.

Pelaku kata Agus juga sempat menyeret dan memaksa korban agar mau menunjukan dimana korban menyimpan uangnya.

(BACA: Murka Keluarga Juragan Sembako: Nyawa Dibayar Nyawa!)

“Pelaku sempat meminta korban untuk menunjukan dimana menyimpan uangnya. Setelah korban menunjukan tempat penyimpanan uang, pelaku kembali menusukan pisau ke leher sampai korban meninggal dunia,” terang Kapolres.

BACA :  Calo Pegawai di Pemkot Tangerang Masih Gentayangan?

Usai membunuh Swie Kim, JS sempat memcuci tangan yang sudah dipenuhi darah di sebuah gang yang tak jauh dari rumah korban. Setelah itu, JS melarikan diri ke Bandung, Jawa Barat.

“Pelaku sempat buron selama 52 hari, kami berhasil menangkapnya di Bandung saat sedang berjualan bakso pada 24 Maret 2016 lalu,” terangnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler