Connect with us

METROPOLITAN

Sakit Hati, Motif JS Bunuh Juragan Sembako di Karawaci

Published

on

Banten Hits – JS (47) ditangkap petugas Polres Metro Tangerang pada 24 Maret 2016. Pria yang sehari-harinya berjualan bakso ini ditangkap di sebuah rumah kontrakan, di daerah Bandung, Jawa Barat.

Polisi menduga kuat JS merupakan pelaku pembunuhan terhadap Swie Kim (54), warga Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, yang ditemukan tewas di dalam rumahnya sendiri, Selasa (16/2/2016).

(BACA: Juragan Sembako di Karawaci Ditemukan Tewas)

Usai melakukan rekonstruksi, Selasa (6/4), Polres Metro Tangerang langsung melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan juragan sembako tersebut. Gelar perkara dilakukan di Jalan Arya Wangsakarsa, Bugel. Polisi, juga menunjukan barang bukti seperti, batu konblok, pisau dapur, dan pakaian korban.

BACA :  Residivis Disergap di Pinggir Jalan Raya Serang-Jakarta, Petugas Temukan Benda Ini di Saku Celana

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto mengungkapkan, petugas sempat mengalami kesulitan untuk melakukan penangkapan terhadap JS lantaran minimnya saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi harus melakukan olah TKP kembali dan menemukan titik terang keberadan tersangka JS.

“Kita tangkap di rumah kontarakannya di daerah Bandung saat sedang berjualan bakso” ucap Agus

(BACA: Begini Cara JS Habisi Nyawa Juragan Sembako di Karawaci)

Terkait dengan motif pembunuhan, Agus menuturkan, pelaku nekat membunuh Swie Kim lantaran sakit hati dengan ucapan yang dilontarkan korban.

“Motifnya, tersangka yang akan mengutang bahan-bahan untuk berjualan bakso mendapat kata-kata yang menyinggung hati JS, hingga akhirnya tersangka nekat menghabisi nyawa korban,” ungkapnya.

BACA :  Dugaan Korupsi Bantuan Warga Miskin di Kab. Tangerang Mencuat; Kerugian Tembus Rp3,5 Miliar

Polisi menjerat JS dengan Pasal berlapis yakni Pasal 365 KUHP, 338 jo 339 ayat 3.

“Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan, Pasal 338 tentang Pembunuhan, dan Pasal 339 ayat 3 tentang Barang yang Dikuasai, dengan ancaman hukuman masing-masing 15 tahun penjara,” papar Agus.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler