Connect with us

METROPOLITAN

Imigrasi Bandara Soetta Catat Pelanggaran Keimigrasian Meningkat

Published

on

Banten Hits – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang menyebut, adanya peningkatan pelanggaran administrasi dan tindak pidana yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

Meningkatnya pelanggaran tersebut merupakan imbas dari diberlakukannya Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Pemberlakuan MEA membuat negara-negara Asean termasuk Indonesia menjadi tidak ada hambatan, dari satu negara ke negara lain,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Soetta Alif Suadi, Rabu (6/4/2016).

Alif mengungkapkan, data WNA tersebut meningkat jika dibandingkan dari hasil pelaksanaan kegiatan pengawasan pada tahun 2015.

“Tahun lalu Kami berikan tindakan administratif Keimigrasian berupa deportasi kepada 68 orang asing, dan melakukan penyidikan tindak pidana Keimigrasian terhadap 34 orang,” ujarnya.

BACA :  Ahli Urut Benarkan Diminta Tolong Tangani Davina

Untuk periode Januari-Maret 2016 saja, sebanyak 302 WNA telah dideportasi oleh Imigrasi. Dari 302 WNA asing yang dipulangkan tersebut, 90 persen merupakan warga negara asal Republik Rakyat Cina (RRC).

“Termasuk mereka yang kemarin melakukan cyber crime,” jelasnya.

Saat ini lanjut Alif, pihaknya tengah melakukan penyidikan tindak pidana Keimigrasian terhadap salah satu warga negara Kamerun atas nama Kameni Dieudonne. Kameni diduga dengan sengaja menggunakan paspor kebangsaan Belgia palsu saat masuk Indonesua pada 15 Maret 2016.

“Dia masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta dengan pesawat Air Asia AK382 dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dia telah melanggar Pasal 119 ayat 2 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan sanksi pidana penjara maksimal 5 atau denda Rp500 juta,” paparnya.(Nda)

BACA :  Bikin Paspor di Cilegon Lebih Mudah; Daftar Online Hasilnya Dikirim via Pos



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler