Connect with us

METROPOLITAN

Memaksa Ikut Pawai Taaruf Lurah di Lebak Meninggal

Published

on

Banten Hits – Kabar duka datang dari peserta pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XIII tingkat Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, Kamis (7/4/2016). Salah seorang peserta yang ikut dalam iring-iringan pawai bernama Asep Suparlan meninggal dunia. Asep yang merupakan Lurah Rangkasbitung Barat ini menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Serang. Diduga, Asep meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.

 

Informasi yang diperoleh Banten Hits, Asep memang dalam kondisi sakit, namun tetap memaksakan untuk ikut pawai taaruf di Kota Serang tersebut. Sekitar pukul 13.00 WIB, Asep masih menghubungi rekannya Arief Azhari Lurah Muara Ciujung Barat.

“Almarhum bilang mau pulang ke rumah karena tidak enak badan,” tutur Arief kepada Banten Hits.

Arief mengatakan, saat berbincang itu, almarhum banyak cerita, mulai dari dirinya yang sedang dipijit rekan kerjanya hingga memutuskan untuk kembali ke rumah lantaran sudah tak sanggup mengikuti pawai.

BACA :  Semarak Dana Dituding Langgar UU Koperasi

“Almarhum bilang udah enggak kuat ikut lanjut. Saya bilang ya sudah pulang aja,” kata Arief mengulang ucapannya yang ia sampaikan kepada Asep, hingga akhirnya Arief mendapat kabar sekitar pukul 15.00 WIB, rekan nya tersebut meninggal dunia.

Sementara itu, Camat Rangkasbitung Agus Sudrajat mengaku, tidak mengetahui bahwa almarhum sedang sakit dan memaksakan untuk ikut pawai. Ia hanya mendapat kabar dari sesorang yang menghubunginya dan menyampaikan bahwa Asep telah meninggal di RSUD Serang.

“Tidak tau apa-apa. Dapat kabar itu sayang langsung ke Rumah Sakit dan menghubungi Ibu (Bupati-red) melalui Pak Sekda,” ucapnya.

Mendengar kabar tersebut lanjut Agus, Bupati Iti yang saat itu sedang berada di panggung utama segera bergegas menuju RSUD Serang.

BACA :  'Ditodong' Pertanyaan Soal Toilet Rusak, Ini Jawaban Zaki

“Ibu langsung berangkat naik ojeg, soalnya kalau naik mobil udah enggak akan mungkin,” katanya.

Sekitar pukul 16.00, jenazah Asep kemudian dipulangkan ke rumah duka di Kampung Pasir Gendok, Desa Kadu Agung Tengah Kecamatan Cibadak. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nemah Mega dan dua orang anak Annisa (22) dan Reksa Dwi Sucipto (22).(Nda)



Terpopuler