Connect with us

Pemkot Tangerang

Arief: Anak Muda Harus Berjiwa Entrepreneur

Published

on

Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mendorong para sarjana dan lulusan sekolah tingkat tinggi di Kota Tangerang untuk lebih keratif dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya, era globalisasi tidak hanya menuntut orang untuk mempunyai jenjang pendidikan yang mumpuni, namun juga mengharuskan para generasi mudanya untuk berpikir out of the box. 

Oleh karenanya, Arief juga mengharapkan agar dunia pendidikan juga bisa menyiapkan para lulusannya yang tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, namun juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui program entrepreneurship.

Pernyataan itu disampaikan Arief saat menghadiri acara Wisuda XV Program Diploma III dan Wisuda XII Program Sarjana Perguruan Tinggi Lepisi, di Hotel Alium, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (9/4/2016).

BACA :  Sachrudin Apresiasi Swasta Gagas Program Sekolah Sehat

Dijelaskannya, program entrepreneurship atau kewirausahaan nantinya juga akan diimplementasikan dengan kurikulum di sekolah-sekolah. 

“Bahkan nanti di sekolah-sekolah SMA dan SMK kita bikin materi kewirausahaan, tapi sifatnya lebih ke workhsop karena harus lebih aplikatif,” paparnya.

Program entrepreneurship ini disampaikan Arief, selain untuk meminimalisir angka pengangguran di Kota Tangerang sekaligus juga mendorong masyarakat untuk mempunyai daya saing dan kemandirian terlebih dalah menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Enggak ada MEA aja persaingan sudah ketat, makanya kita harus membekali masyarakat kita dengan kompetensi yang sesuai dengan permintaan lapangan kerja,” jelasnya.

Untuk mendorong implementasi program kewirausahaan tersebut, wali kota juga meminta peran media untuk bisa memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. 

BACA :  Pandangan Umum Fraksi terhadap Pelaksanaan APBD 2015 dan Lima Raperda Kota Tangerang

“Selama ini kan pola pikir masyarakat setelah kuliah atau sekolah mereka pinginnya mencari pekerjaan bukan menciptakan pekerjaan, maka media pun harus bisa memberikan informasi yang benar terkait bidang entrepreneurship,” terangnya.

Menanggapi arus globalisasi yang menuntut setiap orang untuk berpikir kreatif mengingat persaingan yang semakin ketat, Walikota juga mengingatkan kepada para pelaku UMKM untuk lebih berani berinovasi menangkap peluang pasar. 

“Dan yang tidak kalah penting adalah strategi komunikasi dan untuk itu kita harus menguasai bahasa internasional. Percuma kita punya bandara kalau kita hanya jadi penonton,” ucapnya.

Karenanya, kata Arief, Pemkot Tangerang akan terus memacu kompetensi warga Kota Tangerang dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kota Tangerang melalui pembangunan Balai Latihan Kerja di Kecamatan.

BACA :  Kota Tangerang Terima Penghargaan sebagai Pendukung Program JKN-KIS

Globalisasi, sebagaimana disampaikan wali kota, juga harus disikapi secara benar oleh setiap orang. Disampaikannya dengan 2 juta pendudukan Kota Tangerang, di mana 80 persennya adalah pengguna internet harus dijadikan modal positif bagi kota ini untuk menjadi Kota yang Cerdas. Oleh karenanya masyarakat juga harus sadar akan hal tersebut dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan usahanya,.

Namun, wali kota juga menyoroti dampak negatif teknologi terutama sosial media yang malah menjadikan orang menjadi anti sosial. 

“Slogan mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat harus bisa diubah melalui kegiatan positif,” jelasnya.(Humas Pemkot Tangerang)



Terpopuler