Connect with us

PERSONA

Separuh Napas Evi Herdiana untuk Terwujudnya Sekolah Adiwiyata

Published

on

Memasuki lingkungan SMPN 3 Rangkasbitung, segera saja mata terasa segar. Lingkungan sekolah yang asri membuat pengunjung betah berlama-lama di sini. Tapi, jangan salah. Sekolah ini tak ujug-ujug bersih seperti ini. Ada pelopor yang tak lelah terus membumikan lingkungan sekolah yang sehat.

Adalah Evi Herdiana (51) sang kepala sekolah sosok pelopor itu. Wanita paruh baya itu dikenal “bertangan dingin” mengelola sekolah. Saban dia menjabat di satu sekolah, maka perubahan ke arah yang lebih baik pasti terjadi. Karenanya, sosok Evi Herdiana menjadi tak asing di dunia pendidikan Lebak.

Evi merupakan kepala sekolah yang sangat concern terhadap kebersihan dan keindahan di tempatnya bertugas. Ia tercatat sebagai kepala sekolah yang pernah menjabat di SMPN 1 Rangkasbitung, SMPN 1 Leuwidamar, dan kini menjabat sebagai kepala sekolah SMPN 3 Rangkasbitung.

Bagi Evi, kebersihan dan keindahan di sekolah merupakan salah satu faktor penunjang bagi anak didik untuk memgembangkan kreativitas dan sumber daya manusianya. Mengingat jika lingkungan sekolah dalam keadaan bersih dan nyaman, maka anak didik dan para pengajar akan betah dan dapat konsentrasi melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kondisi itu secara tidak langsung dapat meningkatkan prestasi di bidang akademik. 

BACA :  Ali Saga, Eks Penderita Kusta yang Sukses

Akibat kegemarannya menerapkan sistem yang menitikberatkan pentingnya kebersihan di sekolah, dirinya diberi julukan oleh sesama guru sebagai pegiat sekolah adiwiyata.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata di Indonesia merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.

“Jika lingkungan sekolah bersih, maka secara tidak langsung membuat anak didik dan tenaga pengajar betah melaksanakan tugasnya. Dengan begitu, dengan sendirinya prestasi akan meningkat, mengingat anak didik dan tenaga pengajar dapat konsentrasi melaksanakan tugasnya masing-masing,” kata Evi ketika ditemui wartawan Banten Hits Fariz Abdullah di ruang kepala sekolah SMPN 3 Rangkasbitung, Sabtu (9/4/2016).

BACA :  Fina, Duta Pertukaran Remaja antar Negara

Sebelum memasuki ruang kepala sekolah, kami melewati beberapa ruang kelas yang di dalamnya terlihat sejumlah kerajinan siswa menghiasi ruangan, seperti pot bunga yang dibuat siswa dari sedotan dan berbagai kerajinan lainnya. 

Yang membuat mata sejuk adalah keberadaan sebuah lorong yang menghubungkan koridor dengan kelas. Di samping kiri lorong adalah lapangan upacara, sedangkan bagian kanan adalah kebun siswa yang ditanami berbagai macam tanaman.

Evi yang memiliki pengalaman bertahun-tahun menjadi kepala sekolah, langsung membuat perubahan signifikan setelah setahun lalu mendapatkan tugas untuk menduduki posisi sebagai kepala SMPN 3 Rangkasbitung. Kondisi sekolah saat itu sangat jauh dari kesan bersih dan nyaman, sehingga sedikit demi sedikit dia bersama-sama dengan para dewan guru setiap hari melaksanakan kegiatan kebersihan. Yang lebih penting aalah terus memberikan motivasi tentang pentingnya budaya bersih di lingkungan sekolah.

BACA :  Rian Sandy, Remaja Bersuara Emas dari Irian Jaya

Hasilnya, keadaan sekolah menjadi bersih dan indah. Bahkan kini, prestasi anak didik di SMPN 3 Rangkasbitung menjadi meningkat. Sekolah itu kini bisa turut serta di ajang O2SN dan PLS2N. Bahkan, kini siswanya mendapatkan gelar juara di dua ajang tersebut, khususnya di ajang PLS2N, SMPN 3 mendapatkan medali yang sangat banyak yaitu 9 perak dan 2 perunggu.  

“Alhamdulillah kini anak-anak murid SMPN 3 Rangkasbitung bisa berbicara banyak di setiap kejuaraan tingkat kabupaten. Tentu saja ini semua menjadi sebuah kebanggaan bagi kami selaku tenaga pengajar. Dan semua ini tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari semua pihak,” pungkasnya. (Rus)

 



Terpopuler