Connect with us

METROPOLITAN

Delapan Fraksi DPRD Pandeglang Tolak Pergantian Anggota Banang dan BKD Fraksi Golkar

Published

on

Banten Hits – Delapan dari sembilan fraksi di DPRD Kabupaten Pandeglang, menolak usulan pergantian anggota Badan Anggaran (Banang) dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) dari Fraksi Golkar. Fraksi yang menolak terdiri dari Gerindra, Demokrat, PKS, Nasdem, PPP, PDIP, PKB, dan Bintang Hanura.

Penolakan disuarakan saat DPRD Pandeglang melangsungkan sidang paripurna penyampaian penjelasan empat Raperda inisiatif badan legislasi daerah dan penetapan perubahan keanggotaan Bagian Anggaran (Banang) dan Badan Kehormatan Dewan (BKD) tahun 2016 di DPRD kabupaten Pandeglang, Kamis (14/4/2016).

Fraksi-fraksi yang menolak berpendapat, jika mereka turut menyepakati pergantian anggota Banang dan BKD, maka itu melanggar peraturan DPRD Nomor 1 Tahun 2014 tentang tata tertib DPRD Pandeglang. 

BACA :  Empat Hari, Sebelas Wisatawan Terseret Ombak Pantai Sawarna

Ketua Fraksi Golkar Andi Mukit dalam interupsinya membantah jika pengajuan mengganti anggotanya tidak sesuai mekanisme dengan ketentuan yang berlaku, apalagi pihaknya telah mengajukan pergantian itu ke Badan Musyawarah (Bamus) sudah lama dari tanggal 17-18 Maret 2016.

Setelah ketua fraksi, hujan interupsi juga datang dari anggota partai berlambang pohon beringin Muhlas. Dia mengatakan, seharusnya usulannya itu dibahas di Bamus.Dia juga sangat kecewa usulanya menjadi perdebatan ketika akan di sidang terhormat tersebut.

“Kalau mau menjadi perdepatan, itu di Bamus bukan setelah di paripurnakan. Saya sangat menyayangkan kenapa di Bamus itu tidak dibahas secara detail,” ujarnya.

Hal senada diutarakan anggota faksi Golkar Anto Khaerul Samsi. Anto membantah jika partainya telah memaksakan paripurna itu untuk mengganti salah satu anggotanya, apalagi ada konflik internal. Sedangkan hujan interupsi saat paripurna menurutnya hanya bagian dari dinamika saja. 

BACA :  Dewan Akan Jemput Paksa Manajemen PLTU Suralaya

“Walaupun di paripurna itu banyak yang interupsi agar tidak ditetapkan, (itu) hanya bagian dari dinamika politik saja. Isu ada konflik internal di fraksi Golkar itu tidak benar,” ucapnya.(Rus)

 



Terpopuler