Connect with us

METROPOLITAN

Hilang, Seorang Mahasiswi di Cilegon Diduga Ikut Aliran Radikal

Published

on

Banten Hits – Hingga kini keberadaan Qonita Nur Ulfah (20), mahasiswi semester empat STIKOM Al-Khairiyah Cilegon belum juga diketahui keberadaannya. Kepada orangtuanya, Nur, Jumat (1/4/2016) sekitar pukul 12.30 WIB berpamitan akan mengikuti pengajian rutin yang biasa ia ikuti.

“Dia pamit bilang mau pengajian. Tapi, pas saya SMS bilang mau jemput, dia bilang enggak usah,” kata Sumarni orang tua Nur, kemarin.

Sumarni kemudia menanyakan kepada Nur dimana tempat pengajian yang ia ikuti. Namun, Nur malah menjawab jika ia akan menuju ke Bogor untuk mengikuti pesantren kilat yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus tempat Nur kuliah.

Mendapat jawaban tersebut, tak lantas membuat Sumarni percaya. Ia pun coba menanyakan kebenarannya kepada pihak bersangkutan dengan langsung mendatangi BEM di kampus Nur pada Senin (11/4).

BACA :  PSK dan Mucikari Dadap Dilatih Keterampilan

“Waktu saya tanya ke kampus, pihak kampus enggak mengadakan pesantren kilat itu,” ujar Sumarni.

Kecuriagaan Sumarni jika putrinya ikut dalam sebuah organiasi radikal semakin bertambah, saat tetangganya berusaha menghubungi Nur melalui handphonennya.

“Pernah tetangga saya telepon dan yang mengangkat teleponnya itu laki-laki. Tetangga saya pura-pura mau ikut bergabung, terus dijawab oleh lelaku itu “boleh saja”. Tetapi, sesudah itu handphone anak saya sudah tidak bisa dihubungi lagi,” tuturnya.(Nda)



Terpopuler