Connect with us

METROPOLITAN

Kantor PT Paramount di Gading Serpong Digeledah KPK

Published

on

Banten Hits – Kantor PT Paramount Enterprise International di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/4/2016). Penggeledahan diduga kuat terkait operasi tangkap tangan Panitera sekaligus Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap, Doddy Aryanto Supeno.

“Iya tadi ada orang-orang pakai rompi KPK datang dan minta beberapa dukumen,” ungkap sumber Banten Hits di PT Paramount, Kamis (21/4/2016) malam.

Petugas KPK yang melakukan penggeledahan di kantor PT Paramount Enterprise International, tiba dengan menggunakan tiga mobil. Mereka langsung masuk dan menggeledah kantor perusahaan properti yang beberapa tahun terakhir tengah masif melakukan ekspansi di wilayah Kabupaten Tangerang ini.

BACA :  Optimalkan Pelayanan ke Warga, PKS Lebak Bentuk Kepengurusan di Tingkat RT

Selain melakukan penggeledahan di kantor PT Paramount Enterprise International, di hari yang sama KPK juga menggeledah kantor PN Jakarta Pusat, ruang kerja Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (MA) dan rumah pribadi Sekjen MA, Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan.

Di kawasan Gading Serpong ini, KPK juga pernah menggeledah rumah pejabat Mahkamah Agung (MA) yang tertangkap tangan saat menerima suap, Andri Tristanto Sutrisna di kawasan elit Cluster San Lorenzo Gading Serpong, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (14/2/2016).

BACA JUGA: KPK Geledah Rumah Pejabat MA di Cluster San Lorenzo Gading Serpong

Andri Tristanto Sutrisna diketahui merupakan anak buah Sekjen MA Nurhadi, yang ruang kerja dan rumahnya digeledah KPK, Kamis (21/4/2016). 

BACA :  Anggota Brimob Turut jadi Korban Kebakaran di Kosambi

Andri ditangkap dengan dua dua tersangka lainnya, pengusaha Ichsan Suwaidi (IS) dan pengacara Awang Lazuardi Embat (ALE). Ichsan merupakan terpidana korupsi yang dihukum 5 tahun penjara tapi belum dijebloskan ke penjara.

Diduga kuat Andri diminta untuk memperlambat keluarnya putusan agar Ichsan tidak dipenjara. Dari penangkapan ini, KPK menemukan uang Rp 400 juta dan satu koper yang berisi uang.(Rus) 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler