Connect with us

METROPOLITAN

Jalan Jayabaya di Lebak 10 Tahun Dibiarkan Rusak

Published

on

Banten Hits – Warga Desa Selaraja, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, meminta kepada pemerintah daerah untuk mengaspal jalan poros Desa Jayabaya yang menghubungkan Desa Selaraja dengan Desa Sukarendah sepanjang 3 kilometer.

Pasalnya, jalan tersebut pertama kali diaspal lebih dari 10 tahun lalu ketika ada pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten Lebak 2004 lalu. Sejak saat itu sampai sekarang, jalan poros desa yang mengambil nama mantan bupati Lebak Mulyadi Jayabaya itu tidak pernah tersentuh perbaikan.

“Kami sudah sering mengajukan proposal perbaikan kepada dinas bina marga, namun hingga kini belum mendapatkan respon,” ujar Emboy Cahyana, Kepala Desa Selaraja, Minggu (24/4/2016).

Kondisi Jalan Jayabaya yang berjarak 8 KM dari pusat Kota Rangkasbitung, kini sangat memprihatinkan. Selain jalan yang berlobang, juga drainase terjadi penyempitan, sehingga saat turun hujan air dari jalan yang rusak itu masuk ke pekarangan rumah penduduk.

BACA :  Kerugian Akibat Puting Beliung di Margagiri Pandeglang Capai Rp560 Juta

“Kami berharap jalan ini segera dibangun. Mudah-mudahan di bawah pimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya, jalan ini bisa dibangun. Kami sudah sering mengajukan pembangunan jalan ke bina marga, tetapi tidak ada realisasinya,” ungkap Emboy.

Melihat kondisi jalan yang kian rusak parah dan ditambah terjadinya penyumbatan drainase, warga akhirnya bergotong royong membersihkan drainase dan membongkar gorong-gorong yang selama ini menjadi titik tersumbatnya saluran air ketika turun hujan.

“Kalau kita terus mengharapkan bantuan dari pemerintah, belum tentu kapan akan terealiasi. Akhirnya, warga secara gotong royong melakukan pembersihan drainase dan membongkar gorong gorong, kemudian dibangun kembali secara swadaya oleh masyarakat,” katanya.

Nunung, salah seorang warga menuturkan, kondisi Jalan Jayabaya yang kini rusak parah sangat memalukan, karena jalan itu mengambil nama mantan bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya dan kerap dilalui oleh pejabat saat perayaan hari hari besar nasional.

BACA :  Kepergok Mencuri di Villa, Empat Anak Nyaris Diamuk Warga Pulomerak

“Padahal jalan ini sering dilalui oleh pejabat, terutama saat perayaan hari besar nasional yang biasanya dipusatkan di lapangan olahraga alun-alun Jalan Jayabaya,” kata Nunung.

Selain kerusakan jalan, penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Jayabaya juga sudah lama rusak dan tidak ada perbaikan dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Lebak. Sehingga ketika malam, ruas jalan poros desa itu gelap gulita.

“Lengkap sudah penderitaan warga yang berdomisili di Jalan Jayabaya. Selain jalan rusak, lampu penerangan jalan juga sudah lama rusak dan tidak ada perbaikan,” kata Dadi, warga lainnya di lokasi.(Rus)

 



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh