Connect with us

WISATA

Tim Penaksir Belum Temukan Lahan untuk Pembangunan Miniatur Masjid Nabawi di Pandeglang

Published

on

Banten Hits – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pandeglang mengaku, belum menemukan lahan untuk pembangunan miniatur Masjid Nabawi, di Kecamatan Mandalawangi.

Hal tersebut dikarenakan, tim penaksir harga hingga kini belum juga mendapat lahan dengan harga yang sudah ditentukan yakni Rp180 ribu per meter.

“Harga lahannya masih tinggi, dan yang menentukan harga itu adalah tim penaksir harga,” ujar Kepala Disparpora Pandeglang, Cecep Juanda, kepada Banten Hits, kemarin.

Kata Cecep, jika nantinya lahan sudah ditemukan, maka lahan tersebut akan terlebih dahulu dilakukan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan oleh pihak konsultan.

“Jadi pengadaan lahannya mengacu pada FS, tidak bisa sembarangan,” ujarnya.

BACA :  Selama Libur Lebaran, 50 Ribu Orang Diperkirakan Kunjungi Tanjung Lesung

BACA: Pembangunan Miniatur Masjid Nabawi di Mandalawangi Terkendala

Cecep memperkirakan, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan miniatur Masjid Nabawai yang juga menjadi salah satu penunjang sektor wisata mencapai 500 meter

“Kita enggak bicara hektar, tetapi uang anggaran Rp1,8 Miliar itu dapat berapa versi konsultan. Kita butuhkan hanya sekitar satu hektar lebih, tapi untuk pembangunan Masjidnya sekitar 500 meteran,” jelasnya.

Kata dia, hasil dari kajian konsultan, wilayah Mandalawangi memang sangat potensial untuk daerah wisata. Pasalnya, wilayah tersebut mempunyai kesamaan dengan Boleleng Bali.

“Untuk jangka panjang, diharapkan di sekeliling Masjid akan ada kios kios untuk cinderamata. Alasan difokuskannya di Mandalawangi karena memang bagus,” katanya.

BACA :  KEK Tanjung Lesung Masih Sulit Bersaing

“Tujuanya untuk menarik wisatawan dan menjadi ikon Kabupaten Pandeglang. Soal berapa anggaran pembangunannya, kami juga belum tahu, tapi kita upayakan pada tahun selanjutnya bisa dianggarkan,” tambahnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh