Connect with us

METROPOLITAN

Dua Kali Dipanggil Kejari, Kadindik Pandeglang Jelaskan Tunjangan Guru Daerah yang Diduga Diselewengkan

Published

on

Banten Hits – Kejaksaan Negeri (Kejari) tengah mendalami dugaan penyelewengan program tunjangan guru daerah tahun 2013-2015. Sejumlah pihak terkait pun sudah diperiksa, salah satunya Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang Muhammad Amri.

Kepada awak media, belum lama ini, Amri mengaku sudah dua kali dipanggil penyidik Kejari terkait program tersebut. Kepada penyidik, Amri menjelaskan seputar program tersebut.

“Ya sudah dua kali saya dipanggil, sebatas klarifikasi saja, bagaimana program itu berjalan, dan sejak kapan saya menjabat sebagai Kadisdik,” kata Amri.

Namun kata Amri, lantaran dirinya yang baru menjabat lima bulan, ia tidak bisa menduga-duga adanya penyelewangan pada program tersebut. Dirinya tetap menunggu hasil pemeriksaan Kejaksaan.

BACA :  Honorer di Pandeglang Tolak Permenpan RB No 36 Tahun 2018

BACA: Kejari Pandeglang Janji Tuntaskan Penyelewengan Tunjangan Guru

“Apa yang saya ketahui dan saya lihat sudah saya sampaikan ke penyidik. Saya mendukung Kejaksaan mengusut tuntas kalau memang ada penyimpangan di situ,” ucapnya.

Terpisah, Sekdis Pendidikan Pandeglang NUrhasan mengaku tak mengetahui berapa besaran anggaran program tahun 2013-2015. Ia pun menegaskan, tidak tahu menahu soal program tersebut.

“Saya tidak tahu kasus itu belum ada laporan, jumlah anggaran juga tidak hafal, coba ke bidang keuangan saja karena biasanya data-datanya di sana lengkap,” kilahnya.

Data yang dihimpun Banten Hits, dari total 8.000 guru penerima program tersebut, 7.025 guru yang hanya menerima. Sementara, 975 penerima lainnya diduga diselewengkan oleh oknum di Dinas Pendidikan dengan nilai tunjangan Rp250 ribu/guru.(Nda)

BACA :  Wanita Muda Buang Bayi di Hutan Gunung Kencana



Terpopuler