Connect with us

METROPOLITAN

Rawan Kebocoran, Dishub Lebak Diminta Benahi Sistem Parkir

Published

on

Banten Hits – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak diminta membenahi sistem parkir. Pasalnya, sistem parkir yang saat ini diterapkan dinilai masih rawan terhadap kebocoran.

“Retribusi parkir punya kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kantong-kantong parkir tentu harus dikelola dengan maksimal agar mencegah terjadinya kebocoran,” kata Wakil Ketua Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Lebak, Miftahul Hayat, Selasa (10/5/2016).

Menurutnya, belum maksimalnya pengelolaan parkir di Lebak bisa dilihat dari target PAD retribusi parkir yang saat ini masih terbilang kecil. Padahal, kontribusi dari sektor tersebut bisa lebih besar jika sistem parkir dibenahi.

“Sistem pengelolaan parkir yang sekarang sangat rentan bocor diselewangkan oleh oknum petugas parkir di lapangan. Misalnya, di Di RSUD dan sejumlah kantong parkir lainnya di Kota Rangkasbitung, pengelolaan parkir yang masih manual ini yang rentan,” jelasnya.

BACA :  Klinik Belum Kerja Sama dengan BPJS, Asklin: Kita Enggak Bisa Maksa

Hayat menjelaskan, penarikan retribusi parkir perlu diubah menggunakan sistem otomatis agar lebih tertib. Dengan begitu, celah kebocoran kontribus untul PAD pun kecil terjadi.

Terpisah, Kadishub Lebak Alkadri mengaku, pengelolaan parkir masih belum maksimal dan butuh pembenahan. Meski begitu, ia memastikan tidak ada kebocoran dari tiga kantong parkir yang ada, karena PAD merupakan target yang harus dicapai setiap tahunnya.

“Target PAD retribusi parkir setiap tahunnya sebesar Rp365 juta dan target itu tercapai. Tahun ini, Pemerintah merencanangkan untuk menaikkan target tersebut dengan menaikkan harga tarif parkir. Upaya itu tentunya disertai dengan pembenahan infrastruktur lahan parkirnya juga,” paparnya.(Nda)



Terpopuler