Connect with us

METROPOLITAN

“Kalau Pasar Babakan Ilegal, Kenapa Gak Dibongkar?”

Published

on

Banten Hits – Pengelola Pasar Babakan, Cikokol, Kota Tangerang, disebut telah menyerobot tanah milik negara yang dikuasai Kementerian Hukum dan HAM. Pasar Babakan juga tak pernah memiliki izin atau kerjasama pemanfaatan dengan melibatkan Kemenkumham selaku pemilik lahan alias ilegal.

“Tanya ke mereka (pengelola Pasar Babakan), mereka punya izin apa? Lahan itu memang tidak kami gunakan, tapi tidak bisa seenaknya main bangun,” kata Kepala Biro Humas Kemenkum HAM Efendi B Paranginangin saat dihubungi Banten Hits melalui telepon genggamnya, Rabu (4/5/2016).

BACA JUGA: Kemenkum HAM: Pengelola Pasar Babakan Menyerobot

Menanggapi pernyataan Kemenkum HAM, Ketua PDIP Kota Tangerang Hendri Zein balik bertanya. Menurutnya, jika sudah dipastikan Pasar Babakan ilegal, kenapa pasar tersebut tidak segera dibongkar. 

BACA :  Bayi dengan Surat Wasiat Ditemukan di Palem Semi Tangerang

“Kalau pasar babakan itu ilegal, kenapa ngak dibongkar?” katanya, Kamis (12/5/2016).

Pasar yang dikelola PT Panca Karya Griyatama itu, kata Hendri, sudah berdiri selama bertahun-tahun tanpa ada kontribusi terhadap pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini pasar tersebut dibiarkan Pemerinta Kota (Pemkot) Tangerang.

“Jangankan pasar, pasar kaget aja pasti ada kontribusinya kepada lingkuan setempat seperti RT dan yang lainnya. Apalagi itu partai (lingkup) besar. Kalau masih dibiarkan, ada apa dengan pemerintah?” ucapnya.

Hendri Zein menegaskan, kalau memang Pasar Babakan ilegal, seharusnya pemerintah melegalkannya supaya pendapatannya disetorkan ke kas daerah. Karenanya, pemerintah harus memberikan penjelasan, apakah pasar tersebut dikelola PD Pasar atau bukan.

BACA :  Desa Percontohan di Lebak Mulai Dibina untuk Peningkatan Pariwisata

“Itu penyerobatan lahan, dan itu masuk tindak pidana umum. (Tapi) karena pasar banyak untuk kepentingan para oknum, jadi (pidana) tidak dilaporkan,” jelasnya.(Rus)

 




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Terpopuler