Connect with us

METROPOLITAN

Petani Batu Ceper Tangerang Tak Dapat Pupuk Subsidi

Published

on

Banten Hits – Sejumlah petani di Komplek Polri Batu Ceper, Kota Tangerang, sudah belasan tahun tak pernah mendapatkan pupuk subsidi. Para petani ini sudah berulang kali mengajukan permintaan pupuk melalui Kecamatan Batu Ceper, namun tak pernah ditanggapi.

Wartawan Banten Hits Maya Aulia Aprilianti melaporkan, karena tak pernah mendapatkan pupuk subsidi, para petani Batu Ceper terpaksa harus membeli pupuk di kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Bahkan, mereka juga memesan pupuk dari Indramayu, Jawa Barat.

“Biasanya ngambil pupuk di Sepatan. Kalau gak kebagian, ya di Indramayu,” kata Nisin, petani sawah produktif di Komplek Polri Batu Ceper, Kota Tangerang kepada Banten Hits, Senin (23/5/2016).

BACA :  Beda dengan BNPB yang Rutin Update Penanganan Tsunami, BPBD Banten: Data Sementara Korban Tak Bisa Dipublikasi

Nisin juga menjelaskan, pemesanan pupuk dari Indramayu harus dilakukan sembunyi-sembunyi karena akab berurusan dengan polisi jika sampai diketahui. Hal itu terpaksa dilakukan petani karena kebutuhan pupuk untuk sawah mereka sudah mendesak.

“Kita udah berkali-kali ngirim surat ke Kecamatan (Batu Ceper), tapi belom ada tanggepan apa-apa,” ujarnya.

Para petani yang mengelola lahan pertanian di Komplek Polri Batu Ceper ini berjumah lima orang. Mereka menggarap areal seluas 6 hektar. Setiap panen mereka haruis menyisihkan 5 kuintal untuk biaya garap  kepada Polsek Batu Ceper selaku pemilik lahan. 

“Ini tanah negara, punya polsek. Mereka minta lima kuintal beras, sisanya untuk kami bagi sama petani juga buat biaya operasional,” jelas Nisin.

BACA :  Dari 142 Pengembang Perumahan di Kota Serang Hanya 31 yang Serahkan PSU, F-Partai NasDem Minta Pemkot Serang Jatuhkan Sanksi!

Ia berharap, Pemerintah Kota Tangerang bisa segera menyediakan kebutuhan pupuk untuk lahan pertaniannya, supaya biaya pupuk para petani tidak terlalu besar.

“Kami maunya ada pupuk subsidi yang legal gitu. Jadi, kita gak harus jauh-jauh sama takut ngambil pupuk,” harapnya.(Rus)

Terpopuler