Connect with us

METROPOLITAN

Airin Rapat dengan Panin Group Soal Gedung Roboh, Ini Hasilnya

Published

on

Banten Hits – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany tinjau langsung gedung tua yang rubuh di Bintaro Sektor 7, Kecamatan Pondok Aren, Jumat (3/6/2016).

Airin didampingi Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman, Jaya Konstruksi, dan pemilik gedung dari Panin Group.

Usai mengecek kondisi gedung dan mendengar penjelasan awal dari pemilik gedung dan juga para ahli kontruksi, Airin pun mengajak para pengusaha untuk datang ke kantornya.

“Kita bahas di kantor, apa langkah selanjutnya. Kalau didiamkan, khawatir ada (roboh) susulan,” kata Airin.

Setelah tiga jam rapat digelar. Perwakilan dari Panin Group mengatakan, pihaknya memang ingin membongkar gedung berlantai 21 itu untuk dibangun kembali menjadi perkantoran.

BACA :  Suka Hal Indah, Ini Profil Dosen Desain Grafis yang Rekam Aksi Sadis Tikam Istri hingga Kritis

“Gedung tidak memiliki parkiran bawah tanah, makanya kami robohkan dan bangun kembali untuk perkantoran. Saya juga enggak ngerti tiba-tiba roboh begitu,” kata Bagian Properti Development Panin Group, Paulus Indra Intan.

BACA: Polres Tangsel Selidiki Gedung di Bintaro Sektor 7 yang Dirobohkan?

Berdasarkan rekomendasi dari Pemkot Tangsel, pihaknya kata Paulus saat ini sedang mencari kontraktor sekaligus konsultan bersertifikat untuk merobohkan gedung yang dibangun sejak tahun 1996 itu.

“Tim ahli bangunan dan gedung dari Pemerintah Kota Tangsel nantinya akan merekomendasikan sejumlah kontraktor dan konsultan untuk kami pilih. Kami mau secepatnya agar proses pembongkaran bisa segera dilakukan,” tuturnya.

Menurut Paulus, gedung setinggi 21 lantai yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar akan dibangun gedung perkantoran dari Panin Bank. Nantinya, kantor pusat dari Panin Bank yang berada di Senayan akan pindah ke lokasi tersebut.

BACA :  Wanita Paruh baya Jago Hipnotis Dicokok Polisi; Korbannya Dua Gadis Cilik

“Kami sebelumnya sudah izin ke Satpol PP, mereka juga mempersilahkan untuk membongkar gedung. Kami pikir kalau bongkar ya langsung bongkar saja tetapi ternyata harus izin resmi ke Pemerintah Kota karena menyangkut dengan bangunan besar,” ungkapnya.

Paulus mengaku, pihaknya tidak mempermasalahkan jika merobohkan gedung dengan cara manual atau diledakan. Yang pasti, kata Paulus, harus dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kami harus taati peraturan yang ada untuk merobohkan gedung tersebut, tidak masalah mau dengan cara apa saja yang penting aman dan tidak mengganggu masyarakat,” pungkasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler