Connect with us

Cendekia Bicara

Kemenangan Petahana di Pilkada Banten Bukan karena Prestasi Figur

Published

on

Banten Hits – Berkaca pada Pilkada-pilkada sebelumnya, hampir rata-rata calon petahana atau incumbent mampu memenangkan pertarungan Pilkada.

Faktanya, 80 persen petahana yang ikut kembali mencalonkan sebagai Kepala Daerah masih mempunyai tempat di hati para pemilihnya.

Menyikapi perkembangan Pilkada di Provinsi Banten, Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti berpendapat, perlu ada kandidat calon Gubernur kuat untuk mengungguli Rano Karno sebagai petahana.

BACA: “Lawan Terbesar Rano Karno Adalah Wahidin Halim”

Dalam sebuah diskusi Mencari Figur Cagub Banten Ideal Pilihan Umat, di Situ Gintung, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (6/6/2016), Ray menjelaskan, kemenangan yang diraih petahana sudah menjadi hukum demokrasi, di mana petahana yang akan maju di dua kali kepemimpinan akan terpilih lagi.

BACA :  Politik Uang di Pilgub Banten Disebut Kategori Gawat

“Tapi dengan catatan, selama masa Pemerintahan sebelumnya dengan track record yang apik di mata masyarakatnya,” katanya.

Beda halnya dengan kondisi di Banten. Menurut Ray, prediksi kemenangan petahana Rano Karno, bukan karena prestasi dan kehebatan mantan Wakil Bupati Tangerang ini memimpin Tanah Jawara, namun karena sistem yang disebutnya ‘Hukum Demokrasi’.

“Selama memimpin Banten, Rano, belum mampu membawa perubahan signifikan bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Ray memprediksi, melihat kondisi politik Banten yang seperti ini, Rano akan kembali memimpin. Pasalnya, hingga bulan Juni ini saja, belum ada partai politik yang berani mendeklarasikan kandidat pasangan calon Banten satu dan dua.

Meski sejumlah nama di luar petahana seperti, Andika Hazrumy, Wahidin Halim, Dimyati Natakusumah, Mulyadi Jayabaya, Taufiq Nuriman sudah ramai memadati ruang-ruang publik melalui lembaga survei maupun spanduk yang bertebaran.

BACA :  Pilgub Banten, Forum Pondok Pesantren Minta Bakal Calon Cooling Down

“Menurut saya terlambat, kalau sampai saat ini belum ada yang mendeklarasikan diri. Seharusnya itu dilakukan dari sekarang, karena tingkat keterpilihan itu berkaitan juga dengan tingkat popularitas pasangan calon,” jelasnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler