Connect with us

METROPOLITAN

Warga di Kota Serang Tak Terima Utuh Dana Jamsosratu

Published

on

Banten Hits – Warga tak mampu di Kota Serang penerima bantuan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) mengeluhkan dana yang diterima tidak utuh.

Jumaenah (47) salah seorang warga penerima menuturkan, dari Rp750.000 yang seharusnya diterima, ia hanya menerima Rp550.000. Alhasil, hal tersebut membuatnya bingung lantaran sebelumnya ia mengaku jika bantuan yang akan ia terima tanpa potongan apapun.

“Katanya enggak ada potongan apa-apa, tapi ini ada,” keluh Jumaenah, saat mengambil dana Jamsosratu, di Kantor POS Kota Serang, Rabu (15/6/2016).

Jumaenah mengatakan, besaran uang tersebut dipotong oleh panitia dengan alasan untuk membeli buku dan sepatu anak senilai Rp150.000, Materai 6.000 Rp25.000 an panitia Rp50.000.

BACA :  224 Relawan dan 50 Posko PMI Banten Siap Layani Pemudik

Terpisah, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kota Serang, Eti Mulyati, saat dihubungi Banten Hits melalui telepon genggamnya membenarkan jika ada potongan sebesar Rp150.000 untuk pembelian buku dan sepatu.

“Tidak ada potongan dari kita, yang ada paling untuk menabung si penerima minimal 10 ribu. Sewaktu-waktu tabungan itu mau diambil silahkan, dan itu hanya bisa diambil oleh penerima,” jelasnya.

Eti menegaskan, masing-masing pendamping sudah mendapat uang operasional dari Pemprov Banten. Jadi menurutnya, tidak ada alasan pendamping mengambil dari penerima.

“Sudah ada dari Pemrpov,” singkatnya.

Untuk diketahui, para penerima Jamsosratu mendapatkan dana Rp2.250.000 per tahunnya. Dana tersebut dicairkan dalam tiga tahap selama satu tahun. Di tahun 2016, jumlah penerima Jamsosratu bertambah menjadi 54.000 RTS. Jumlah tersebut bertambah karena pada 2016 Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang masuk dalam program tersebut.

BACA :  Setelah Lima Mati Sia-sia, Giliran Warga Tapos Tewas usai Pesta Miras di Alun-alun Tigaraksa

Penerima Jamsosratu yakni RTS dengan anggota keluarga yang terdiri dari ibu hamil/menyusui/nifas, anak balita usia 0-5 tahun, anak yang sedang menjalani jenjang pendidikan SD/MI, anak yang sedang menjalani jenjang pendidikan SMP/MTs atau anak yang sedang menjalani jenjang pendidikan SMA atau sederajat.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler