Connect with us

METROPOLITAN

500 Kepala Keluarga di Lebak dapat Bantuan Modal

Published

on

Banten Hits – Pemerintah Pusat melalui sejumlah Kementerian terus mengalokasikan dana untuk Kabupaten Lebak. Selain infrastruktur dan pendidikan, Pusat juga mengalokasikan dana untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten yang masih dikategorikan Daerah Tertinggal ini.

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Ditjen Penanganan Kemiskinan Daerah Pesisir Pulau-pulau Terpencil dan Perbatasan Negara baru-baru ini telah meluncurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

BACA JUGA: Jokowi Tetapkan Lebak sebagai Daerah Tertinggal

Bantuan tersebut salah satunya disalurkan untuk masyarakat di dua Kecamatan di Kabupaten yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini. Langkah ini salah satu upaya Pusat dalam menekan tingkat kemiskinan di Indonesia, terutama di Provinsi Banten.

BACA :  Perda Adat Buka Peluang Asing Kuras Kekayaan Alam di Lebak?

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Lebak, Maman Suparman, kepada awak media mengatakan, bantuan UEP tersebut akan diterima oleh 500 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Cihara dan Wanasalam.

BACA: Mahasiswa Sebut Lebak Dibiarkan Tertinggal supaya Bantuan Terus Mengalir

“Masing-masing Kecamatan mendapat kuota 250 KK,” kata Maman, Kamis (23/6/2016), di ruang kerjanya.

Namun kata Maman, bantuan penguatan modal bagi masyarakat kurang mampu tersebut diakui masih tergolong kecil. Untuk itu, ia berharap pada tahun depan nilainya bisa ditingkatkan.

BACA: Kementerian PU Guyur Miliaran Rupiah untuk Pengembangan Infrastruktur di Lebak

“Per KK dapat Rp2 juta. Bantuan ini bertujuan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha warga,” ucapnya.

BACA :  Kabur ke Serang, Ipin Pelaku Curanmor di Solear Diringkus Polisi

Lebih lanjut kata dia, Disnakersos tengah melalukan perekrutan tenaga pendamping lokal dengan persyaratan berijazah S1.

“Satu pendamping akan mengkoordinir 50 penerima bantuan,” imbuhnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler