Connect with us

METROPOLITAN

Masyarakat Tak Perlu Khawatir Peredaran Vaksin Palsu, Begini Penjelasan Kemenkes

Published

on

Banten Hits – Bareskrim Mabes Polri membongkar produksi vaksin palsu di sebuah pabrik, di Perumahan Puri Bintaro Hijau, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (21/6/2016) sore.

Pabrik tersebut memproduksi dan mendistribusikan vaksin Tetanus, BCG, Campak dan Polio palsu.

BACA JUGA: Vaksin Palsu di Tangerang Selatan Beredar di Jabodetabek

Penyidik Mabes Polri menemukan peredaran vaksi palsu tersebut di  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Tak ayal, terbongkarnya vaksin palsu tersebut membuat masyarakat terutama kalangan ibu yang mempunyai bayi dan balita khawatir jika vaksin yang selama ini diberikan kepada buah hatinya merupakan satu dari sekian vaksin palsu yang diedarkan para pelaku.

BACA :  Pemkab Serang Siap Gelar KBM Tatap Muka, Tenaga Pendidik Divaksin COVID-19 Serempak Selasa 30 Maret 2021

Terkait dengan hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan agar masyarakat tidak terlalu mengkahawatirkannya. Meski demikian, peredaran vaksin palsu ini tetap diwaspadai oleh masyarakat.

Ada 7 alasan yang dikemukanan Kemenkes mengapa masyarakat tidak harus was-was dengan peredaran vaksin palsu itu. Berikut 7 alasan yang dikemukakan Kemenkes melalui akun Twitter resmi @Kemenkes RI:

1. Jika anak anda mendapatkan imunisasi di Posyandi, Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah, vaksin disediakan langsung dari produsen dan distributor resmi, Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

2. Jika anak anda mengikuti program Pemerintah yaitu Imunisasi Dasar Lengkap diantaranya Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG; pengadaannya oleh Pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan hingga ke fasyankes. Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

BACA :  Banyak Warganya yang Dolbon, Lurah Banjar Agung Bakal 'Pungut' Biaya Rp. 2 ribu

3. Jika peserta JKN dan melakukan imunisasi dasar misalnya Vaksin BCG, Hepatitis dan e-calalog dari produsen dan distributor resmi, jadi asli dan aman.

4. Ikuti program imunisasi ulang seperti DPT, Polio, Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini disarankan (harus) diulang. Jadi bagi yang khawatir, ikuti saja imunisasi di Posyandu dan Puskesmas.

5. Diduga peredaran vaksi palsu tidak lebih dari 1% di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Ini relatif kecil secara jumlah vaksin yang beredar dan wilayah seberannya.

6. Dikabarkan isi vaksi palsu itu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya 0,5 CC. Dilihat dari isi dan jumlahnya, vaksi palsu ini dampaknya relatif tidak membahayakan.

BACA :  Asyik, Sekarang di Lebak Ada Empat Puskesmas Rawat Inap

7. Karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler