Connect with us

METROPOLITAN

GP Ansor Banten Kutuk Bom Bunuh Diri di Madinah dan Solo

Published

on

Banten Hits – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banten mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Kota Madinah Arab Saudi, Senin (4/7/2016) waktu setempat dan di halaman Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2016) pagi.

Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Imron meminta, semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dua aksi teror yang terjadi pada bulan Ramadan jelang hari raya Idul Fitri tersebut.

“Ini sudah darurat terorisme, tidak boleh tidur nyeyak menghadi ini. Keterlibatan negara secara maksimal diperlukan dengan melibatkan peran masyarakat terutama tokoh agama,” kata Imron kepada Banten Hits.

Sesuatu yang sulit dapat dipercaya kata Imron, Madinah sebagai salah kota suci umat Islam di seluruh dunia justru diserang dengan aksi teror dengan cara bom bunuh diri.

BACA :  Terdampak Pembangunan Tol Serang-Panimbang, Dua Sekolah Dasar di Lebak Dibongkar

“Sangat biadab, ternyata hari ini Kota Madinah sebagai Kota Suci umat Islam menjadi tidak aman. Saya berfikir, pelakunya bukan muslim,” tegasnya.

Menurutnya, dua aksi teror yang terjadi di dua negara berbeda pada bulan Ramadan tersebut mencerminkan ada prilaku dan pemahaman yang salah dalam memaknai agama yang baik.

“Asumsi saya, pemahaman mereka melaksanakan teror di bulan Ramadan akan lebih berlipat. Ini yang sangat berbahaya kalau doktrin tersebut sampai masuk kepada generasi muda,” terang Imron.

“Tugas semua pihak untuk meredam semua ini, terutama negara dalam memberikan kepastian keamanan bagi warganya. Melalui intelejennya, negara harus bisa mendeteksi sedini mungkin setiap potensi yang bisa mengancam keamanan dan keselamatan warganya terutama saat melaksanakan hari raya,” tambahnya.(Nda)

BACA :  MUI Kota Tangerang Segera Luncurkan Website Resmi



Terpopuler