Connect with us

METROPOLITAN

4 Orang Diperiksa Polisi Terkait Banjir Bandang Pandeglang

Published

on

Banten Hits – Sejumlah pihak mensinyalir, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Pandeglang dan Serang beberapa waktu terjadi akibat gundulnya Gunung Aseupan.

Pasca banjir, Gubernur Banten, Rano Karno meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk menyelidiki penyebabnya. Pasalnya, Rano menduga gundulnya gunung akibat maraknya penebangan liar di kawasan tersebut.

BACA: Rano Minta Penyebab Banjir Bandang di Pandeglang Diselidiki

Pihak Kepolisian setempat pun langsung bereaksi. Kapolda Banten, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki penyebab banjir yang merenggut empat nyawa warga tersebut.

BACA: Polisi Selidiki Penyebab Banjir Bandang Pandeglang

Untuk menyelidiki dugaan tersebut, hari ini, Polda Banten memeriksa sejumlah pihak. Direktir Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Nurullah membenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah orang terkait dugaan pembalakan liar tersebut.
 
“Ya, sudah ada empat orang yang kita mintai keterangan. Tapi, masih ada lagi yang akan dipanggil,” ungkap Nurullah saat dihubungi, Kamis (28/7/2016)

BACA :  Wabup Lebak Lepas 333 Calon Jemaah Haji Kloter 61

BACA: Satu Korban Banjir Bandang Pandeglang Calon Mahasiswa Untirta

Empat orang tersebut kata Nurullah berasal dari masyarakat dan pengelola hutan.

“Dua masyarakat dan dua lagi dari pengelola,” singkatnya.

Dari data yang diperoleh, tercatat terdapat tiga pengembang kehutanan disekitar hulu Kali Mati diantaranya, Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) 30 hektar, Lembaga Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Institut Pertanian Bogor (IPB) 3.000 hektar, dan Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Tahura 1.670 hektar. Ketiga lembaga tersebut dianggap sebagai pihak yang mempunyai tanggung jawab terkaiyt dengan resapan air.(Nda)



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh