Connect with us

METROPOLITAN

Trayek Angkutan di Kota Serang Semerawut

Published

on

Banten Hits – Trayek angkutan umum di Kota Serang dinilai semerawut. Angkutan kota yang trayeknya telah ditentukan beroperasi di luar trayek mereka. Tak hanya itu, angkutan dalam kota provinsi (AKDP) kini masuk ke dalam kota sehingga semakin menambah semerawut.

Kesemerawutan angkutan umum yang terjadi di Kota Serang, menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang M.Rus’an, bisa dibenahi jika Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) tegas dalam menindak trayek angkutan umum yang melangggar.

M.Rus’an mengatakan, Dishubkominfo Kota Serang semestinya menegakkan aturan jalur trayek, terutama angkutan yang dari luar kota (AKDP) yang masuk ke dalam kota, dan fungsikan terminal kelas B Cipocok dan Kepandean sebagaimana mestinya. 

BACA :  Kasus Curanmor di Benda Tangerang Terungkap karena Pelaku Sering Ganti Motor

“Saya yakin bila Dishubkominfo tegas dalam menegakan aturan trayek dan fungsi terminal tersebut akan mengurangi kemacetan terutama pagi hari,” ungkap Rus’an, Kamis (28/7/2016).

“Dulu sempat rapih dan tertata, kok sekarang malah semrawut lagi. Belum lagi kesemrawutan yang terjadi di sekitar terminal pakupatan, sekali lagi butuh ketegasan aparat Dishubkominfo dalam pengaturan trayek dan memfungsikan sub terminal,” sambung politisi Partai Gerindra ini.

Kepala bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Akutan Darat Dishubkominfo Kota Serang M Ikbal mengakui, jika trayek di Kota Serang sejak Februari lalu penataannya mengalami penurunan dan semeraut kembali. Ini disebabkan adanya pengurangan tenaga lapangan, dari sebelumnya berjumlah 80 orang, saat ini hanya sisa 49 orang.

BACA :  Pemkab Lebak Diusulkan Mekarkan Tiga RW di Desa Sukaraja

“2016 ini, tepatnya sekitar Februari memang kami akui mengalami penurunan,” ungkap Ikbal. 

Ikbal menjelaskan, pengurangan personel terjadi karena tahun ini anggaran untuk pengendalian, pengaturan lalu lintas terjadi penurunan. Dari 2015 Rp900 juta, sekarang hanya Rp600 juta. Adanya pengurangan personel ini, secara otomatis berimbas pada pengawasan yang berkurang juga.

“Tenaga kurang, maka pengawasannya juga kurang,” katanya. (Rus)

 



Terpopuler