Connect with us

METROPOLITAN

Sulit Lacak Produsen, BPOM Minta Masyarakat Tak Beli Snack Bikini

Published

on

Banten Hits – Makanan ringan bernama ‘Bikini’ alias Bihun Kekinian menuai polemik. Pasalnya, gambar pada kemasan snack tersebut dianggap mengandung unsur pornografi.

Meski sudah beredar di sejumlah wilayah di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku kesulitan menyelidiki dan mencari produsen makanan dengan kemasan bergambar tubuh wanita mengenakan bikini sejenis pakaian renang tersebut.

“Ya, kami terus telusuri, mengamati dan memantau. Produknya tidak punya izin edar. Apalagi kemasannya mengandung pornografi, jadi tentu tidak akan dikeluarkan izinnya,” kata Kepala BPOM RI, Penny Kusmawatiastuti Lukito, di Kota Tangerang, Kamis (4/8/2016).

Salah satu kesulitan BPOM untuk menulusuri produsen snack yang dibandrol dengan harga Rp25 ribu tersebut, karena saat dipesan, pihak produsen akan meneliti terlebih dahulu akun calon pembelinya.

“Pemesanannya via online, mereka akan memeriksa dulu apakah pembelinya itu berasal dari unsur pemerintah (BPOM-red) atau bukan,” ungkap Penny.

Meski masih sulit menelusuri produsen, pihaknya kata Penny sudah menerbitkan surat edaran ke seluruh BPOM agar mengawasi peredaran snack yang pada kemasannya tertulis diproduksi oleh Cemilindo, Bandung, Jawa Barat.

“Kita sudah terbitkan edaran agar BPOM di seluruh Indonesia bisa mengawasi produk itu,” ujar Penny.

Pihaknya mengimbau kepada masyarat untuk tidak membeli makanan tersebut. Hal tersebut sebagai upaya agar produk tersebut hilang dengan sendirinya di pasaran.

“Kalau tidak ada permintaan, otomatis produk-produk seperti ini akan hilang karena pihak produsen tidak lagi memproduksinya,” imbuhnya.(Nda)

Trending