Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Lebak Sesalkan Keluarga Pasung Komarudin

Published

on

Banten Hits – Komarudin (23) warga Kampung Cidadap, Desa Cidadap, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, terpaksa dipasung oleh pihak keluarga. Pihak keluarga terpaksa memasung Komarudin karena mengidap gangguan mental.

Namun, pemasungan yang sudah dilakukan selama 4 tahun oleh pihak keluarga dengan alasan dikhawatirkan kabur, disesalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

“Seharusnya tidak perlu dipasung, karena bertentangan dengan azas pri kemanusiaan,” kata Asda IV bidang Kesra Pemkab Lebak, Tajudin Yamin, kepada awak media, Kamis (5/8/2016).

Lantaran dianggap bertentangan dengan pri kemanusiaan dan menyiksa Komarudin, Tajudin meminta pihak keluarga menghentikan pemasungan tersebut.

“Saya mita keluarga menghentikan pemasukan itu,” pinta Tajudin.

Pemkab Lebak kata dia, akan membantu proses pengobatan dengan membawa Komarudin ke rumah sakit jiwa. 

BACA :  Tak Update, Situs Resmi Pemkab Lebak Disebut Hanya Sebatas Gugurkan Kewajiban

“Kita akan usahakan agar Komarudin bisa masuk rumah sakit,” ucapnya.

Sementara itu, Suhada ayah Komarudin mengaku, upaya untuk menyembuhkan anaknya sudah sering kali dilakukan. Mulai dari pengobatan medis maupun alternatif. Namun, hal itu tak juga membuahkan hasil.

“Saya juga tidak tega memasung anak saya, tapi mau gimana lagi. Saya sudah tidak punya uang. Kalau tidak dipasung, saya malah khawatir dia malah kabu,” ucapnya.

Selain Komarudin, seorang pemuda di desa setempat bernama Sobri (25) juga mengalami nasib serupa. Sobri dipasung oleh keluarganya lantaran sering mengamuk dan membanting benda yang ada di sekitarnya. Menurut keluarga, Sobri sudah dipasung sekitar 6 bulan yang lalu karena membahayakan orang lain.(Nda)

BACA :  507 Napi Lapas Cilegon Dapat Remisi, Kemenkumham Banten: Jangan Lagi Melanggar Hukum



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler