Connect with us

METROPOLITAN

Harga Rokok Diwacanakan Naik, Harga Cengkih di Pandeglang Malah Turun

Published

on

 

Banten Hits – Hari-hari belakangan ini, wacana kenaikan harga rokok menjadi sekitar Rp 50 ribu per bungkus menjadi pembicaraan utama warga. Dengan kenaikan harga rokok tersebut, logika sederhananya petani cengkeh dan tembakau mendapat keuntungan berlipat.

Namun, kondisi sebaliknya malah dialami petani cengkih di Kabupaten Pandeglang. Daya jual cengkih di kabupaten yang dipimpin Irna Narulita-Tanto Warsono Arban, mengalami penurunan mencapai 15 persen dari nilai jual sebelumnya.

Bahraen, salah seorang petani cengkih warga Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang mengatakan, sebelumnya harga cengkih kering per kilogramnya mencapai Rp 100 ribu, namun saat ini turun menjadi Rp 85 ribu. Sementara, harga cengkih basah yang tadinya Rp 40 ribu turun menjadi Rp 25 ribu.

BACA :  Sempurnakan RKPD Tahun 2020, Bappeda Lebak Gelar Konsultasi Publik

Penurunan harga cengkih tersebut sangat dikeluhkan para petani. Pasalnya, dengan harga cengkih yang turun petani harus mengeluarkan biaya untuk ongkos perawatan dan biaya panen cengkih yang lebih besar. Apalagi masa panen yang hanya satu kali dalam setahun.

“Saya juga bingung mesti gimana, sebab saya punya pohon cengkih lebih dari 2.000 pohon, sedangkan membutuhkan perawatan. Tapi kalau saya terus pelihara saya bingung untuk biaya perawatannya,” keluh Bahraen kepada wartawan, Senin (22/8/2016).

Edo, salah seorang karyawan yang bekerja di sala satu tengkulak cengkih menuturkan, harga cengkih mengalami penurunan seiring wacana pemerintah yang akan menaikan harga rokok pada bulan depan.

“Saya juga pastinya kurang tahu kenapa harga cengkih mengalami penurunan, tapi sepertinya wacana pemerintah yang akan menaikan harga rokoklah yang memicu terjadinya penurunan harga cengkih,” katanya.(Rus)

BACA :  Gelar Operasi Bersinar, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Balaraja

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler