Connect with us

METROPOLITAN

Banten Group Coordination Dampingi Pengobatan Pemuda Bokong Busuk

Published

on

 

Banten Hits – Rudianto (25), pemuda miskin yang tinggal di Kampung Pangampoan, Desa Senang Sari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang dibiarkan terbaring dengan kondisi bokong sudah membusuk. Sementara ujung perut dan kaki tak bisa bergerak.

Parahnya lagi, karena keluarga Rudianto miskin, mereka hanya pasrah dengan kondisi yang dialami Rudianto. Mereka juga tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah setempat, meski pemerintah desa mengetahui kondisi memilukan itu.

BACA JUGA: Tak Mampu Berobat, Pemuda Miskin di Pandeglang Bokongnya Membusuk

Sejumlah elemen primordial yang tergabung dalam Banten Group Coordination (BGC) melakukan pendampingan pengobatan Rudianto (25), di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang sejak Rabu (17/8/2016) lalu.

BACA :  Jokowi Kembali Diagendakan Kunjungi Pandeglang

Mereka memanfaatkan nama grup Facebook untuk menggalang bantuan, di antaranya Paduluran Pandeglang (PP), Paguyuban Budak Pandeglang (Padakpa), Sahabat Kita (SK), Communitas Serang Banten (CSB), Maung Gunung Karang (MGK), Komunitas Anak Serang (KAS), Solidaritas Remaja Banten (Sorban), Padukuran Serang Banten (PSB), JAKATARUB dan BKC.

Untuk memenuhi kebutuhan pasien berserta keluarganya selama di rumah sakit, para relawan menggalang bantuan dengan berbagai cara, seperti menggalang dana kepada sesama relawan dan ada pula dengan cara mengamen yang pernah dilakukan di Alun-alun Serang.

“Untuk kebutuhan selama di rumah sakit, kita mengumpulkan bantuan dari para relawan dan sempat juga kita ‘ngencreng’ ngamen di Alun-alun serang,” kata Relawan Paguyuban Budak Pandeglang (Badakpa), Titin Rustini kepada Banten Hits, Sabtu (27/8/2016).

BACA :  Banjir Rendam Perumahan Ciputen Agung Labuan

Selama melakukan pendampingan kepada pemuda yang menjadi tulang punggung keluarga miskin tersebut, wanita yang akrab disapa Bunda Rosi itu selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait perkembangan Rudi.

“Karena semua kan gak full dampingi di rumah sakit, tapi kita terus koordinasi dengan pihak rumah sakit. Saya hari Senin (28/8/2016) depan menghadap ke Rumah Sakit Serang karena rudi pasien kita disuruh pulang,” imbuhnya.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler