Connect with us

METROPOLITAN

Calhaj Ilegal Berpaspor Filipina Asal Serang: Usia Uzur, Jual Sawah dan Bayar Kontan

Published

on

 

Banten Hits – Syamsudin (70), warga Graha Walantaka, Desa pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang, diketahui salah satu jemaah calon haji pengguna paspor Filipina yang kini masih tertahan di Filipina. Keluarga masih belum mendapatkan kabar tentang kondisi Syamsudin di Filipina.

Maemanah, keponakan Syamsudin ketika ditemui di rumahnya, Kampung Majasem, RT02/RW03, Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang mengatakan, keluarga menginginkan agar Syamsudin segera dipulangkan ke Tanah Air, mengingat kondisinya yang sudah berusia lanjut. Selain itu, khawatir Syamsudin mendapatkan tekanan akibat gagal berangkat haji.

“Kalau pihak kami inginnya dia diberangkatkan saja ke Tanah Suci. Tapi kalau enggak bisa ya segera dipulangkan saja ke Indonesia, soalnya kasihan sudah 70 tahun, dari keluarga takut kenapa-napa kalo tidak secepatnya tidak dipulangkan ke Tanah Air. Takut ada tekanan jiwa akibat drop tidak diberangkatkan haji,” katanya.

BACA :  Maling Ayam Bangkok, BD Terancam 5 Tahun Penjara

Keluarga meminta kepada pihak yang dulu menjanjikan untuk naik Haji agar segera mengembalikan uang yang sudah diberikan Syamsudin untuk pergi haji lewat kuota Filipina. Syamsudin diketahui berangkat ke tanah suci melalui jalur ONH plus dengan biaya tunai Rp 125 juta.

“Daftar hajinya sudah sejak tiga tahun lalu, dia langsung bayar kontan (sebelumnya diberitakan bayarnya cicil). Kalau bisa uangnya diganti juga. Saya juga enggak tahu travelnya apa,” katanya.

Menurut Maemanah, uang yang digunakan pamanya untuk berangkat haji tersebut merupakan hasil menjual sawah.

Sebanyak 177 WNI yang mengaku sebagai calon anggota jemaah haji Filipina ditangkap bersama lima warga Filipina yang mengawal mereka ke maskapai Philippine Airlines untuk penerbangan ke Arab Saudi di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino, Jumat (19/8/2016). Mereka terdiri dari 100 perempuan dan 77 laki-laki.

BACA :  Peringati Hari Pengolahan Sampah Nasional, Pelajar Diajak ke TPA Rawa Kucing

Para WNI itu mengaku datang sebagai turis beberapa pekan sebelumnya. Mereka menyetor US$ 6-10 ribu agar bisa berangkat. Mereka diduga memanfaatkan sisa kuota yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi untuk para calon jemaah haji Filipina. Hal itu dilakukan akibat terbatasnya kuota haji Indonesia.(Rus)

 

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler