Connect with us

METROPOLITAN

Kajian Komisi I DPRD Pandeglang Terkait PT SAS Diduga Fiktif

Published

on

Banten Hits – Sejumlah elemen mahasiswa kembali mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Rabu (31/8/2016). Kedatangan mahasiswa dari HMI, GMNI dan IMM untuk menindaklanjuti terkait surat rekomendasi perizinan untuk PT Selaras Agritama Sukses (SAS) yang dinilai dikeluarkan secara sepihak oleh ketua DPRD tanpa melibatkan komisi-komisi.

Ketua GMNI Pandeglang, Dean Bayu Pradana mempertanyakan surat yang dikeluarkan oleh Komisi I bernomor :49/komisi I/2015 tertanggal 10 Juni 2015 tentang Kajian Komisi I DPRD Pandeglang.

Dari informasi yang diperoleh, Komisi I tidak pernah melakukan kajian apapun terkait dengan PT SAS. Lalu, muncul surat tersebut yang diperlihatkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan).

“Komisi I tidak pernah melakukan kajian, tapi kenapa ada surat itu yang ditandatangani basah oleh Komisi I. Pertanyaannya, kenapa muncul hasil tanpa ada proses kajian,” kata Bayu.

BACA :  BPMPD Kembalikan Kisruh Perangkat Desa Tenjo Ayu ke Kecamatan

BACA: Audiensi soal Izin PT SAS Tak Ditanggapi, GMNI Pandeglang Ngamuk di Kantor DPRD

Yang mengherankan menurutnya, staf Komisi I dan Kasubag Catatan Rapat serta Kasubag Risalah pun tak mengetahui dan tak mempunyai arsip surat tersebut. Padahal seharusnya, jika kajian tersebut dilakukan pasti akan tercatat dan hasilnya akan diarsipkan.

“Nyatanya, Staf Komisi, Kasubag Catatan Rapat dan Kasubag Risalah tidak tahu soal itu,” ucapnya.

Ketua IMM Pandeglang, Marjuk Al Ghifari menambahkan, setelah proses dukungan izin PT SAS itu salah, Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan menandatangai surat bernomor: 122.3/02/DPRD/2015 perihal dukungan izin kawasan pertanian terpadu PT SAS tanpa diketahui oleh unsur pimpinan DPRD lainnya.

BACA :  Eksekusi Lahan Harus Kondusif!

“Harusnya, seluruh keputusan yang diambil oleh ketua dewan harus diketahui oleh unsur pimpinan di DPRD,” jelasnya.

PT Selaras Agritama Utama merupakan sebuah perusahaan yang mengklaim mempunyai hak garap dari Pemkab Pandeglang terhadap lahan seluas 2.000 hektar di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Lahan tersebut diakui akan dikembangkan untuk tiga sektor yakni, wisata bahari, agro wisata, dan wisata pertanian.

Hak garap yang dikantongi PT Selaras Agritama Utama berdasarkan surat bernomor: 1218/Dir/2015 dan 1219/DIR/AGP antara PT Abadi Guna Papan ke PT Selaras Agritama Utama.

Humas PT Selaras Agritama utama,  M. Yayat Supriatna mengatakan, untuk sektor pertanian pihaknya akan menggandeng warga setempat untuk mengembangkan tanaman singkong.

BACA :  Anak Muda Rentan Masuk dalam Pusaran Teroris

“Di sektor pertanian, kita akan fokuskan kebersamaan dengan para petani di sini dalam membentuk pertanian terbaru. Nanti kita pikirkan varietas-varietas apa yang cocok. Tapi ke dinas pertanian kita (sampaikan) akan tanam singkong,” terang Yayat kepada Banten Hits belum lama ini.(Nda)



Terpopuler