Connect with us

METROPOLITAN

Truk Pemprov DKI Buang Limbah di Kavling Kejagung Karang Tengah Tangerang

Published

on

 

Banten Hits – Sejumlah mobil truk milik Dinas Tata Air (DTA) Pemprov DKI Jakarta kepergok tengah membuang limbah lumpur di lahan kaveling milik Kejaksaan Agung (Kejagung), Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Rabu (31/8/2016).

Para sopir truk mengaku, mereka saban hari membuang limbah kumpur ke tempat itu. Dalam sehari, mereka dua kali membuang limbah. Akibatnya, lahan yang berada di permukiman warga pun menjadi bau dan kotor.

Aktivitas pembuangan limbah tersebut diduga tidak memiliki izin, karena para supir truk tidak membawa surat izin resmi dari Pemerintah Kota Tangerang.

Anto, sopir truk bernomor polisi B 9838 POQ mengaku, limbah lumpur yang dibuangnya berasal dari kawasan Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat. Dalam satu hari, dirinya setidaknya membuang limbah dua kali dan hal tersebut dilakukannya hampir setiap hari.

BACA :  PDAM TB Suplai Air dengan Truk Tangki untuk Pelanggan Terdampak Pipa Bocor

“Dari Jakarta Pusat, dalam sehari bisa dua kali setiap hari,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Wahidin, sopir truk lainnya bernomor polisi B 9261 POQ. Dia mengaku mengangkut limbah lumpur dari Jakarta Pusat.

“Hampir setiap hari membuang lumpur dari Jakarta Pusat ke lokasi pembuangan di sini. Dua kali buang dalam satu hari,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Heri, seorang pemulung yang biasa mengambil sampah di sekitar kawasan itu menyebutkan, dalam satu hari bisa sampai 10 mobil dari DKI Jakarta hilir mudik membuang lumpur.

“Dalam satu hari biasanya bisa 10 mobil yang buang di lokasi ini,” ucap Heri di lokasi pembuangan limbah.

Camat Karang Tengah Sucipto yang kebetulan sedang berada di Kantor Kelurahan Karang Mulya menolak memberikan keterangan soal mobil-mobil dari DKI Jakarta yang buang limbah di wilayahnya.

BACA :  LDP Banten Berikan Layanan Psikososial Kepada Kelompok Rentan Korban Banjir Lebak

“Kalo mau konfirmasi kaitan adanya pembuangan limbah silahkan ke lurah yang punya wilayah. Saya sedang buru-buru karena ditunggu pak wali (kota),” tuturnya.

Sementara Lurang Karang Mulya Muhamad terkesan cuek dengan adanya aktivitas tersebut. Dia malah menyarankan supaya wartawan menegur para sopir truk dari DKI Jakarta yang membuang limbah ke wilayahnya.

“Ditegor aja,” ucapnya sambil pergi.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler