Connect with us

METROPOLITAN

Jembatan Cipager Suka Hujan Lebak Rusak Berat, Pengendara Dipungut Rp 5.000

Published

on

 

Banten Hits – Jembatan Cipager Suka Hujan, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, kondisinya sangat rusak berat. Hampir setengah badan jembatan rusak dan berlubang sehingga dikhawatirkan ambruk.

Meski sudah rusak berat, pemerintah setempat tak pernah memperbaiki jembatan penghubung Banten bagian selatan ini. Warga sekitar hanya menutup lobang pada jembatan dengan menggunakan batang pohon kelapa.

Kondisi ini dimanfaatkan sebagaian warga di sekitar jembatan untuk mencari keuntungan. Setiap pengguna jalan roda empat yang melintasi jembatan itu, harus mebayar Rp 5.000 setiap kendaraannya.

Toni Sumarno (29), salah seorang pengemudi minibus Avanza, warga Malingping Selatan mengatakan, dia membayar Rp 5.000 agar bisa melewati jembatan itu. Meski sudah membayar, namun pemungut bayaran tak menerapkan giliran melintas sehingga dari arah berlawanan muncul mobil besar.

BACA :  Pesawat Jatuh, Finalis Puteri Banten Tewas

“Diminta Rp 5 ribu sambil maksa lagi. Tapi dari arah berlawanan ada mobil besar yang lewat cukup dengan memberikan dua batang rokok saja,” terang Toni kepada Banten Hits, Jumat (2/9/2016).

Ia berharap, pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan tersebut supaya akses tersebut bisa dilewati warga dengan mudah.

Bayu (16), Kampung Suka Hujan, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara yang merupakan petugas jaga di jembatan, mengaku terpaksa meminta tarif kepada setiap pengendara yang melintas di jembatan yang rusak parah tersebut untuk biaya penambalan jembatan.

“Kita berinisiatif menambal jembatan yang berlubang tersebut dengan batang pohon kelapa yang berasal dari warga. Untuk membayar Batang pohon tersebut kita minta dari setiap pengendara yang lewat,” jelasnya.(Rus)

BACA :  83 Calon Anggota Polri di Banten Terancam Gagal Lulus Seleksi Karena 'Cadel' 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler