Connect with us

HIBURAN

Gelar “Drumline Batle of Tangerang”, Ini Alasan Disporparekraf Tak Ikutsertakan Tiyadhita

Published

on

Banten Hits – Puluhan tim marching band yang berasal dari Jakarta dan Banten, unjuk kebolehan di “Drumline Batle of Tangerang”, yang digelar Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Tangerang, di lapangan Sukun depan Puspemkot Tangerang.

Sesuai tema perlombaannya, ajang yang digelar sejak Sabtu (3/9/2016) tersebut mengharuskan setiap tim berhadapan satu lawan satu dengan tim marching band yang nantinya akan dinilai oleh tiga orang juri.

“Satu lawan satu maksudnya peserta harus menunjukkan kemampuan memainkan irama drumband, artikulasi hingga koreografi di tengah panggung yang telah disediakan panitia. Kerapihan peserta dalam memainkan instrumen drumband juga menjadi perhatian dewan juri,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Tangerang, Raden Rina Hernaningsih, Minggu (4/9).

BACA :  Atlet Muay Thai Banten Perkuat Indonesia di SEA Games XXVII

Untuk hari ini, ada 13 tim yang bertanding di ajang yang merupakan program anyar Disporparekraf. Mereka terbagi menjadi dua divisi, yakni divisi universitas dan open diantaranya, 24 Beat Jakarta, Gipang Percussion Kota Cilegon, Marching Band (MB) Istiqlal Jakarta, MB Gita Wijaya Praja Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Gipat Percussion Tigaraksa, MB Gita Cantika Tangsel, Dear El Qolam Gintung Jayanti Balaraja dan MB Daar El Azhar Rangkasbitung, Lebak.

“Juara 1 hadinya Rp9 juta, juara II mendapat Rp7,5 juta dan juara III Rp5,5 juta,” terang Rina.

Namun, Rina mengaku tim marching band Tiyadhita memang sengaja tidak diikutsertakan dalam perlombaan tersebut. Tidak ikutnya tim marching band yang dinaungi Disporparekraf Kota Tangerang tersebut untuk menghindari penilaian miring dari peserta lainnya.

BACA :  Timnas U-23 Diserbu Penggemar di Stadion Benteng

BACA JUGA: Kolaborasi Tiyadhita dengan Gambang Kromong, Bangkitkan Kesenian Betawi di Festival Cisadane

Selain itu, Tiyadhita memang sedang dipesiapkan agar lebih fokus menghadapi even internasional di Jember, Jawa Timur.

“Khawatir, kalau menang nanti panitia disangka tidak obyektif. Mereka (Tiyadhita) juga biar lebih fokus ke Jember aja,” jelas Rina.

Rina berharap, even ini akan menambah motivasi para pelajar di Kota Tangerang untuk mengikuti berbagai even dan kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat.

BACA JUGA: Tawuran Pelajar di Depan Taman Potret Tangerang Pecah, Satu Tewas

“Ini kan kegiatan kepemudaan yah, biar pelajar juga banyak referensi soal kegiatan positif, jadi tidak tertarik ikut-ikutan kegiatan negatif seperti tawuran,” imbuhnya.(Nda)

BACA :  Tim Aeromodelling Kota Tangerang Pimpin Klasemen Sementara



Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh