Connect with us

METROPOLITAN

Tangsel Bebas Obat Palsu, Dinkes Banyak Temukan Pelanggaran Distribusi Obat

Published

on

Banten Hits – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan 385 apotek, 28 toko obat dan 28 rumah sakit serta klinik terbebas dari obat-obatan palsu.

Meski steril dari obat palsu, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) banyak menemukan pelanggaran pendistribusian obat-obatan oleh sarana kesehatan tersebut.

“Lebih kepada administrasi perlakuan terhadap obat-obatan yang mengandung psikotropika. Misalnya, frisium yang seharusnya dikeluarkan dengan resep dokter,” kata Kadinkes Tangsel Suharno, Jumat (16/9/2016).

Salah satu kesalahan yang banyak ditemukan adalah penyimpanan narkotika dan psikotropika di dalam lemari yang dicampur dengan obat-obatan jenis lain.

“Cara ini salah. Karena, obat yang mengandung psikotropika itu disimpan sendiri. Lalu, ada juga sarana kesehatan yang belum menggunakan Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP) dalam pelaporannya. Ini salah satu yang kami benahi,” tambah Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Tangsel, Tony.

BACA :  Sakit Hati, Siswi SMA di Tangerang Tega Habisi Nyawa Bocah 8 Tahun

Jika ditemukan secara administrasi dan logistik obat tidak sesuai dengan SOP dan standar, pihaknya akan langsung memberikan teguran.

“Peringatannya keras, teguran biasa tapi belum sampai penutupan. Kita berikan waktu untuk memperbaiki sesuai dengan saran yang kita berikan,” terang Tony.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler