Connect with us

Pemkot Tangerang

Sachrudin Sosialisasikan Pencegahan DBD, Ini Imbauannya untuk Warga

Published

on

 

Kota Tangerang – Musim hujan yang turun hampir di sepanjang tahun ini, menuntut kesiapsiagaan semua pihak untuk menghadapi dampak negatifnya, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang sering muncul di musim penghujan. 

Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan sosialisasi pencegahan penyakit tersebut ke masyarakat, tak terkecuali orang nomor dua di Kota Tangerang yakni Wakil Wali Kota Sachrudin yang dengan semangat menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungannya.

“Jangan tunggu masalah sampai besar, lebih baik mencegah daripada mengobati,” katav Sachrudin saat memberikan arahan di depan 50 warga Poris Plawad Utara yang hadir di Kediaman Wakil Wali Kota yang berlokasi di Jalan Irigasi Kali Sipon, Cipondoh, Minggu (25/9/2016).

BACA :  814 Pegawai Kota Tangerang Terima SK PNS

“Oleh karenanya persoalan DBD ini tidak boleh kita anggap remeh, terlebih persoalan kebersihan lingkungan, karena semua penyakit sumbernya dari pola hidup kita termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.

Sachrudin juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih pro-aktif dengan kembali menggalakkan kerja bakti di lingkungan masing-masing guna mencegah terjadinya bencana banjir dan menyebarnya penyakit.

“Saluran air jangan lupa dibersihin secara rutin sehingga tidak tersumbat, jadinya banjir bisa dicegah, bibit penyakitpun musnah,” pesannya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Lurah Poris Plawad Utara Iwan Mulyawan dan perwakilan Puskesmas Cipondoh ini, Sachrudin memerintahkan agar jumlah Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bisa ditambah.

“Kalau perlu satu rumah satu Jumantik,” ucapnya.

BACA :  Kompak Lawan Hoax, Warga Kota Tangerang Tolak Penyalahgunaan Medsos

Dalam kesemspatan itu, Sachrudin juga memaparkan bahwa program-program pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah tidak akan ada artinya bila tidak ada dukungan dan peran serta dari masyarakat. Untuk itu penanganan persoalan perkotaan, terutama persoalan penyakit harus terlebih dahulu dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungannya.

“Mau sebesar apapun anggaran yang kita gelontorkan, kalau masyarakatnya tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat, semuanya akan percuma,” jelasnya.(Humas Pemkot Tangerang)



Terpopuler