Connect with us

METROPOLITAN

Demo PT SAS di DPRD Pandeglang Ricuh, Seorang Mahasiswa Terluka

Published

on

Banten Hits – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang mempertanyakan keabsahan rekomendasi dukungan izin PT Selaras Agitrama Sukses (SAS), di depan gedung DPRD Pandeglang diwarnai kericuhan, Senin (26/9/2016).

Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terlibat bentrok dengan petugas kepolisian yang mengawal jalannya aksi. Satu orang mahasiswa terluka akibat bentrokan tersebut.

Pantauan Banten Hits, unjuk rasa semula berjalan tertib. Para mahasiswa berorasi sambil membentangkan sebuah spanduk bertuliskan “Gunawan Tidak Layak Memimpin DPRD Pandeglang.

BACA JUGA: Audiensi soal Izin PT SAS Tak Ditanggapi, GMNI Pandeglang Ngamuk di Kantor DPRD

Di sela-sela orasi, pengunjuk rasa melempar tomat dan telur ke arah gedung dewan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ketua DPRD Pandeglang. Tak lama berselang, kedua pihak terlibat saling dorong hingga bentrokan tak bisa dihindarkan. Polisi berhasil memukul mundur pengunjuk rasa, namun salah seorang mahasiswa mengalami luka-luka di bagian pelipis.

BACA :  Jika Iti Tak Konsisten Membatasi, Lebak Akan Dijuluki Kabupaten 1.000 Minimarket

“Polisi arogan, kita akan bawa ke rumah sakit untuk divisum,” teriak salah seorang pengunjuk rasa.

Ketua GMNI Pandeglang Dean Bayu Pradana mengatakan aksi kesekian kalinya tersebut untuk kembali mempertanyakan ihwal surat bernomor 123/PI-DPRD/2015 soal dukungan perizinan PT SAS.

“Kami menyimpulkan, di bawah Gunawan, DPRD Pandeglang sudah tidak aspiratif dan malah mementingkan individu dan kelompok tertentu,” tegas Bayu.

Mahasiswa meminta agar DPRD menggelar sidang paripurna untuk membahas persoalan tersebut, dan segera mengambil tindakan tegas kepada ketua DPRD yang diduga menerima gratifikasi dengan menyalahgunakan wewenang dan melanggar kode etik DPRD Pandeglang.(Nda)



Terpopuler