Connect with us

METROPOLITAN

Praktisi Sarankan 4.000 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Lebak Diremajakan

Published

on

 

Banten Hits – Dinilai sudah berumur lebih dari 30 tahun, sekitar 4.000 hektar lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lebak harus diremajakan. Peremajaan itu harus dilakukan karena jika kelapa sawit sudah tua sudah tidak bisa produktif lagi, sehingga saat tiba waktu panen tidak bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan pagi para petani kelapa Sawit.

Menurut Dedi Widayat, praktisi kelapa sawit yang juga ketua pelaksana pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan peremajaan kelapa sawit mengatakan, saat ini di Kabupaten Lebak petani kelapa sawit yang tersebar di seluruh kecamatan seharusnya sesegera mungkin untuk melakukan peremajaan kelapa sawit. Karena, mayoritas kelapa sawit di Lebak sudah berumur lebih dari 30 tahun.

BACA :  Kelurahan Minta THR ke Pengusaha, Ketua DPRD: Itu Gratifikasi!

“Mayoritas kelapa sawit di seluruh perkebunan yang ada di Kabuaten Lebak sudah berumur lebih dari 30 tahun, dengan begitu para petani hendaknya segera melakukan peremajaan, agar hasil panen kelapa sawit bisa lebih produktif serta menghasilkan keuntungann,” kata Dedi, kepada wartawan di sela sela acara sosialisasi peremajaan kelapa sawit yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Banten, di Hall Room Hotel Mutiara, Selasa (27/9/2016).

Menurut Dedi, usia produktif kelapa sawit seharusnya idealnya berkisar sekitar 12 tahunan ke atas, karena dengan begitu hasil produksinya akan sesuai, di mana di usia tersebut bisa menghasilkan panen sebanyak 12 ton lebih per hektarnya dalam setiap tahun masa panen. 

BACA :  Jokowi Tak Temui Pengunjuk Rasa, Ini Celotehan Kesal Mahasiswi Pandeglang

Karena hasil tersebut bisa menutup biaya prduksi yang dikeluarkan oleh para petani. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang memberikan pelatihan peremajaan kepada para petani Kelapa sawit.

Materi pelatihannya pun, kata Dedi lagi, diberikan oleh berbagai narasumber yang berkualitas dari berbagai kalangan mulai dari Dinas Hutbun, Unpad, Perbankan. Dengan pemberiuan materi dasar dasar peremajaan kelapa sawit yang baik dan benar, mulai dari penebangan, pembersihan, pelobangan sampai dengan penanaman.

“Selama lima hari para petani Kelapa sawit kami berikan pembekalan tentang tata cara peremajaan yang baik dan benar. Selain itu, kami juga melakukan praktek uji lapangan serta diakhir acara nanti para peserta tersebut akan diberikan bantuan berupa pupuk dan keperluan lainnya,” ungkapnya. (Rus)

BACA :  Dindik Kota Serang Benarkan Ada Sekolah Terima Siswa Melebihi Kuota



Terpopuler