Connect with us

METROPOLITAN

Suami Isteri Menjabat di Satu Dinas, Irna: Sabar Ibu Akan Mutasi

Published

on

 

Banten Hits – Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan meminta mutasi pegawai di lingkup Pemkab Pandeglang mengedepankan kualitas pegawai yang bersangkutan. Ade tak ingin ada temuan unsur korupsi dan unsur lainnya dalam memutasi pegawai.

BACA JUGA: Kata ICW soal Suami-Istri Satu Dinas Jabat Kadis dan Sekdis di Pandeglang

Pernyataan Ade dikemukan menyusul polemik suami istri di Pandeglang sama-sama menjabat di satu dinas. Sang suami jadi kepala dinas, sementara istrinya jadi sekretaris dinas.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) terkait pengangkatan Taufik Hidayat menjadi Insepktur. Menurutnya dibolehkan bagi pejabat sempat atau sedang menjabat eselon II.

BACA :  Usai Lebaran, Pemohon Kartu Kuning di Lebak Melonjak Tinggi

Irna juga mengaku mengetahui posisi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Ramadhani dan istrinya Melly Dyah Rahmalia yang sudah menjabat Sekretaris BPMPD. Irna pastikan Melly akan dipindahkan pada rotasi dan mutasi jilid II.

“Bukan tidak tahu (suami istri menjabat di satu dinas). Kami sangat tahu. Kami sangat tahu. Kan harus serentak (mutasi). Dalam waktu dekat ini akan banyak yang pensiun sekmat, camat, kabid, (ada juga) anak anak Ibu yang meninggal. Jadi harus diisi kekosongan itu serentak. Insya Allah istri Pak Ramadhani dalam waktu dekat ini (dimutasi),” ungkap Irna kepada wartawan, Senin (3/10/2016).

rna membantah jika rotasi yang dilakukan terhadap Ramadhani yang satu intansi dengan istrinya terkesan dipaksakan. Irna menyebut akan melakukan serentak melakukan rotasi mutasi jilid II yang tidak lama lagi akan dilakukan.

BACA :  Polisi Perketat Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru 2018 di Bandara Soetta

“Bukan dipaksakan, Ibu minta kesabaranya karena Ibu akan rotasi mutasi eselon II,III dan IV jumlahnya ratusan. Kalau saya lukir Bu Melly pasti ada yang lukir yang lain. Sayang waktunya cuman sebulan,” kilahnya.

“Kalau Bu Melly nanti ada tempatnya, nanti untuk Ibu Melly dipromosikan atau tidak tergantung prestasinya yang sedang didata oleh baperjakat. Siapa siapa yang sedang mengisi kekosongan itu untuk kebutuhan organisasi supaya ada penyegeran,” sambungnya.(Rus)

 



Terpopuler