Connect with us

METROPOLITAN

Gerakan Peduli Pandeglang Siap Fasilitasi Janda Tua yang Tinggal di Gubuk Reyot

Published

on

 

Banten Hits – Gerakan Peduli Pandeglang yang terkenal dengan sebutan Pandeglang Care Movement (PCM) mengaku prihatin melihat kondisi keluarga Urif (66), janda tua yang tinggal berama dua cucunya di gubul reyot, Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

PCM menilai ada dua persoalan di dalam keluarga Urif, yakni persoalan janda tua dhuafa dan cucunya yang putus sekolah. Padahal mereka adalah anak bangsa yang berhak untuk mendapatkan pendidikan sebagai mana diatur dalam pasal 31 UUD 1945.

“Kami sangat prihatin ketika berkunjung ke rumahnya ternyata di tengah-tengah kota masih ada gubuk yang memang tidak layak dihuni oleh orang,” ungkap Koordinator PCM Aang Ahmad kepada Banten Hits belum lama ini.

BACA :  Razia Napi Rutan Rangkasbitung Nihil Temuan Handphone dan Narkoba

PCM akan menfasilitasi dua anak yang putus sekolah tersebut. Mereka sudah berkoordinasi dengan salah satu yayasan di luar Pandeglang agar mereka segera meneruskan pendidikan. PCM juga akan mencari tahu alasan si anak tidak sekolah.

“Insya Allah untuk sekolahnya PCM sudah berkoordinasi dengan yayasan di luar Pandeglang yang akan siap menerima mereka untuk mengenyam pendidikan berlanjut. Sementara untuk neneknya kita akan berkoordinasi dengan dinas sosial, apakah akan titipkan ke panti atau memang  diurus keluarganya saja,” ungkap  Nasrullah Anggota PCM lainnya.

Sadiah, salah satu anak Urif yang juga orang tua Yasin mengungkapkan, dia tidak tahu alasan anak dan ponakannya enggan melanjutkan sekolah. Dia berharap anaknya melanjutkan sekolah meski serba kekurangan.(Rus)

BACA :  Irna Berharap Laporan Keuangan Pandeglang Diapresiasi BPK

 



Terpopuler