Connect with us

METROPOLITAN

Diguyur Hujan Lebat, Rumah Nenek Sapini Hancur

Published

on

Banten Hits – Sebuah rumah di Kampung Kejaban RT 004 RW 01, Desa Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang rusak berat. Kini, rumah yang menjadi tempat tinggal Sapini (60) tak lagi bisa ditempati lantaran sebagian bangunan hancur.

“Mau buka puasa. Ada yang teriak, saya kira anak saya ketindih. Taunya rumah saya yang ambruk, saya enggak bisa apa-apa cuma bisa nangis,” kata Sapini, Jumat (14/10/2016).

Sapini mengungkapkan, jika hujan lebat, ia harus mengungsi ke rumah adiknya karena atap rumah yang bocor. Kini, Sapini yang hidup dengan kedua anaknya Abdul Ghoni (31) dan Suharjo (30), tak lagi bisa menempati rumahnya.

Dirinya mengaku, ambruknya rumah menambah beban hidupnya. Selain kedua matanya yang tak bisa melihat, penghasilannya tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sejak kedua matanya tak bisa melihat, usaha dagang Supani otomatis terhenti.

BACA :  Sekap Karyawan, Kawanan Rampok Bersenjata Api Gasak Rp 800 Juta di RPH Karawaci

“Untung saja banyak tetangga yang baik mau membantu saya,” tutur Supani yang sebelumnya mempunyai usaha dagangan keliling.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana mengaku, pihaknya baru mendapatkan laporan terkait adanya rumah warga yang ambruk.

“Kami lihat dulu ke lokasi untuk mengetahui bantuan apa saja yang dibutuhkan,” katanya.

Nana menyampaikan, disaat cuaca ekstrim pihaknya mengimbau kepada warga agar lebih waspada. Terlebih, rumah-rumah yang letaknya dekat dengan pohon-pohon besar.

Pantauan Banten Hits, kondisi rumah yang dibangun pada tahun 1974 sebagian besar dinding rumah hanya dilapisi tanah dengan lantai rumah yang masih beralaskan tanah.(Nda)



Terpopuler