Connect with us

METROPOLITAN

Warga Citeras Lebak Hentikan Aktivitas Galian Tanah Merah

Published

on

 

Banten Hits – Warga Kampung Tutul, RW 03, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, memprotes aktivitas galian tanah merah di wilayah setempat yang diduga tidak mengantongi izin operasi.

Protes warga dipicu pengerukan galian tanah merah yang mencemari dan merusak lingkungan, juga telah membuat jalanan menjadi kotor dan licin akibat ceceran tanah dari truk pengangkut. Warga yang kesal akhirnya menghadang mobil pengangkut tanah sehingga tak bisa beroperasi.

“Masyarakat merasa resah dan meminta aktivitas galian tanah untuk tidak beroperasi, terlebih tidak ada izin lingkungan dari masyarakat,” kata Ketua RT 03 RW 03, ampung Tutul, Evi (42), Sabtu (15/10/2016).

Evi mengaku akan segera melaporkan kepada kepala desa setempat agar dilakukan musyawarah antara pengelola dengan masyarakat guna menemukan titik temu antara kedua belah pihak.

BACA :  Tiga Bangunan SDN Sampang Serang Diperbaiki

“Masyarakat mengeluh kepada saya kemudiam akan saya tindak lanjuti dengan melaporkan keresahan warga kepada kepala desa,” ujarnya.

“Lokasi galian tanah merahnya ada tiga titik, di mana dua titik terdapat di Kampung Tutul, Desa Citeras dan satu lagi terletak di Kampung Cilalay, Desa Citeras,” sambungnya.

Kepala Desa Citeras Madra’i mengatakan, dengan datangnya ketua RW dan empat ketua RT ke kantor desa itu, dia segera menginstruksikan sejumlah perangkat desa dengan didampingi Babinmas dan Babinsa untuk menemui pengelola galian tanah agar mau dilakukan musyawarah.

“Sekarang juga musyawarahkan dengan pihak pengelola, agar adanya titik temu dan masyarakat tidak lagi dirugikan,” imbuhnya.

Sampai berita ini dipublish, musyawarah belum menemukan titik temu. Keputusan sementara, pengelola memberhentikan aktivitas beroperasinya galian tanah merah tersebut hingga munculnya sebuah kesepakatan. (Rus)

BACA :  Pengguna Jasa Kereta Ekonomi Tolak Penghapusan

 



Terpopuler