Connect with us

SENI & BUDAYA

500 Penenun Baduy Pecahkan Rekor Dunia Versi Leprid

Published

on

Banten Hits – Sebanyak 500 penenun Baduy melakukan tenun serempak yang menggunakan pewarna alam memecahkan rekor dunia versi Lembaga Pemecahan Prestasi Indonesia dan Dunia (Leprid).

Selain sebagai upaya mengenalkan kerajinan khas masyarakat Baduy, yang menetap di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak kepada internasional, tenun serempak juga merupakan rangkaian dari Festival Baduy 2016 yang kali pertama digelar.

“Lima ratus penenun mendapatkan penghargaan dari Lepdis dengan tenunan ikat khas Baduy menggunakan bahan pewarna alami,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK I Nyoman Shuida, Jumat (4/11/2016).

Shuida menjelaskan, Festival Baduy merupakan inisiasi pemerintah sebagai bagian dari pengembangan program peduli yang dikoordinasikan dan didukung oleh mitra dan relawan Indonesia.

Support dan apresiasi, lanjut Shuida patut diberikan kepada masyarakat Baduy dan Pemkab Lebak, dengan menyandang daerah tertinggal namun tidak menyurutkan kreatifitas masyarakat, serta pemerintah daerah-nya yang terus berupaya agar Lebak maju.

“Pemerintah akan concern melalui program peduli dengan melibatkan Australian Pondation. Program ini memang akan berakhir tahun ini, tapi ke depan kita kedepankan brand yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Direktur Leprid Paulus Pangka menyebut, 500 penenun yang melakukan tenun serempak berhak dinobatkan sebagai pemecah rekor dunia.

“Ini luar biasa dan perlu diapresiasi, demo yang seperti ini yang perlu dipertahankan tanpa embel-embel,” katanya.(Nda)

Trending