Connect with us

Pemkot cilegon

Buka Workshop Keprotokolan, Iman Minta Tak Ada Diskriminasi Pelayanan

Published

on

Kota Cilegon – Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi membuka workshop Keprotokolan yang digelar Sub Bagian Protokol Setda Kota Cilegon, di Hotel Grand Mangku Putra Cilegon, Senin (05/12). Workshop dikuti 80 peserta pegawai di lingkup Pemkot Cilegon.

Dalam sambutannya, Iman mengapresiasi panitia penyelanggara yang bekerja keras menyelenggarakan kegiatan yang diharapkan membawa manfaat tersebut.

“Mengawali sambutan ini, saya selaku wali kota Cilegon menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kepala bagian Umum Setda Kota Cilegon, beserta Kasubag Protokol dan para staf yang telah bekerja keras, menyelenggarakan acara Workshop Keprotokolan di lingkungan Pemkota Cilegon. Semoga workshop ini dapat membawa manfaat yang sebaik-baiknya bagi seluruh pihak,” ungkap Iman.

BACA :  Sospem Tahap II, Iman Serap Aspirasi Warga Ciwandan Soal Tempat Hiburan

Workshop Keprotokolan tersebut bertujuan mengajarkan adab berperilaku kepada pegawai pemerintahan.

“Pada hakikatnya keprotokolan mengajarkan adab berperilaku. Adab berperilaku yang saya maksud bukan hanya dalam hal adab dalam melayani kebutuhan para pejabat negara pada saat acara berlangsung, tetapi secara luas saya maksudkan adalah adab ketika melayani seluruh unsur masyarakat secara keseluruhan,” papar wali kota.

Iman juga berpesan kepada seluruh pegawai agar tidak menjadi pegawai yang hanya ingin dilayani, tetapi harus bisa melayani.

“Saya sudah katakan berkali-kali dalam sambutan saya, bahwa saya tidak ingin melihat pegawai yang ingin dilayani. Pegawai harus mau turun langsung, menjemput masyarakat, dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Tidak ada diskriminasi dalam memberikan pelayanan, setiap masyarakat harus menerima pelayanan yang baik,” tegasnya.

BACA :  Wali Kota Cilegon Ajak Korpri Dukung Program Penataan Kota

Lebih lanjut wali kota berharap, seluruh peserta workshop dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Hal ini agar ilmu yang didapat bisa dipraktikan dalam kegiatan sehari-hari.

“Saya meminta kepada peserta untuk mengikuti workshop ini dengan sebaik-baiknya, gali ilmu sebanyak-banyaknya dari para pemateri, mindset kebiasaan minta dilayani harus dihapus, dunia keprotokolan mengajarkan tentang adab bagaimana kita melayani orang lain dengan sebaik-baiknya, pelajari ilmu yang diberikan lalu praktikan di tempat bertugas bapak dan ibu sekalian,” serunya.

Wakil Wali Kota Cilegon Edi Ariyadi yang menjadi pemateri dalam workshop memaparkan tentang Rencana Pembangunan Daerah Kota Cilegon, Plt. Sekda Cilegon Ratu Ati Marliati mengenai Keprotokolan. Pemateri juga dari Biro Provinsi Banten Bayu dan Badan Diklat Provinsi Banten Rachmat Soegiharto.(Kominfo Setda Kota Cilegon)

BACA :  MUI Ujung Tombak Peningkatan Kualitas Agama di Cilegon



Terpopuler