Connect with us

METROPOLITAN

Penghuni Lapas Cilegon Tewas Diduga Dianiaya, Leher dan Tangannya Patah

Published

on

Banten Hits – Andriyana (25), penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Kota Cilegon, warga Lingkungan Sukamaju, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, tewas setelah diduga dianiaya, Sabtu (3/12/2016).

Wartawan Banten Hits Iyus Lesmana melaporkan, anak pasangan Ucu Samsudin dan Enong Sukaesih tersebut menjadi warga binaan Lapas Kleas III Cilegon karena tersandung kasus pejambretan beberapa waktu di Polsek Cilegon. 

Kematian Andriyana sontak membuat keluarga terkejut. Mereka juga mendapatkan informasi dari salah seorang rekan korban soal dugaan penganiyaan.

Ucu Samsudin (60), ayah korban saat ditemui Banten Hits di rumahnya mengatakan, dirinya merasa curiga dengan meninggalnya korban. Pasalnya, terakhir kali ia bertemu dengan korban saat itu kondisinya sehat.

BACA :  Ribuan Peserta Pawai Taaruf MTQ Banten Padati Jalur Wisata Anyer

”Pada hari Sabtu (19/11/2016) terakhir kali saya melihat almarhum di tahanan Polsek Cilegon dalam keadaan sehat. Setelah itu saya mendapatkan informasi selang tiga hari almarhum dipindahkan ke Lapas Cilegon,” katanya, Senin (5/12/2016).

Ucu mengungkapkan, saat mendengar korban meninggal dunia, ia langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

”Pada hari Jumat (2/12/2016) saya mendengar anak saya muntah-muntah dan dilarikan ke rumah sakit oleh sipir Lapas Cilegon. Sesampainya di rumah sakit saya kaget melihat anak saya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat melihat jenazah sang anak, Ucu mendapati sejumlah luka memar yang diakibatkan seperti bekas penganiayaan, bahkan tangan kanannya patah.

”Saya melihat banyak luka lebam di sekujur tubuh seperti mata sebelah kanan bengkak, leher dan tangan sebelah kanan patah diduga akibat dianiaya di dalam lapas,” ucapnya.

BACA :  Satpol PP Amankan Puluhan Miras dan Belasan Pasangan Mesum

Ucu menegaskan, agar kasus dugaan penganiyayaan yang menimpa anaknya tidak terulang kembali ia meminta Polres Cilegon mengungkap dan menangkap pelakunya.

”Seharusnya penjagaan di dalam Lapas Kota Cilegon tahu siapa pelaku yang menganiaya anak saya. Masa anak saya dipukuli tidak ada yang memisahkan,” ujarnya sedih.(Rus)

 



Terpopuler