Connect with us

METROPOLITAN

Tolak Penetapan UMK, Buruh Banten Akan Blokir Pelabuhan Merak

Published

on

 

Banten Hits – Ribuan buruh dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten akan memblokir akses menuju Pelabuhan Merak dan Pintu Tol Cilegon Barat, pada Kamis (15/12/2016).

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) Provinsi Banten yang telah diteken Plt Gubernur Banten Nata Irawan 21 November 2016.

Presidium Aliansi Banten Darurat Upah Galih Wawan dalam konferensi pers, Minggu (11/12/2016) mengatakan, besaran kenaikan UMK di Banten yang telah ditetapkan sebesar 8,25 persen telah membuat buruh di Banten kecewa.

“Pada tanggal 15 Desember mendatang kita akan memblokir akses jalan di Pelabuhan Merak dan pintu keluar Cilegon Barat. Pada 21 november 2016 lalu plt. gubernur Banten telah menetapkan UMK 8,25. Kami tidak setuju dengan penetapan tersebut. Kita menginginkan rekomendasi dari kabupaten/kota  yang ditetapkan oleh gubernur,” jelas Galih.

BACA :  Duh, Masyarakat Kabupaten Serang Masih Banyak yang Belum Mau Pakai Masker

“Kami mememinta revisi kepada gubernur Banten. Kami tunggu paling lambat pada tanggal 13 Desember. Kalau tidak direvisi kami akan lakukan aksi,” jelasnya.

Menurut Galih, UMK yang sudah ditetapkan Plt Gubernur Banten Nata Irawan cacat hukum, karena penetapan upah tersebut masih mengacu dengan PP 78  dan tidak mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh wali kota dan bupati di delapan kabupaten/kota di provinsi banten.

“Kami bersikap satu, bahwa UMK yang sudah ditetapkan oleh plt gubernur Banten cacat hukum,” tegasnya.(Rus)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler