Connect with us

METROPOLITAN

Rekomendasikan Pemecatan, Dewan Pengawas Ternyata Tak Hapal Kesalahan Direktur PDAM TB

Published

on

 

Banten Hits – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah telah memecat direktur PDAM Tirta Benteng Suyanto. Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Suyanto diteken Arief pada Jumat (16/12/2016). 

Terkait pemecatan ini, Zaki Ramli, orang dekat Suyanto akan segera menggugat keputusan wali kota Tangerang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun, selang dua hari kemudian Suyanto berubah sikap soal rencana gugatan ke PTUN ini.

BACA JUGA: Mantan Direktur PDAM TB Berubah soal Gugatan SK Pemecatan, Ditekan?

Dalam wawancara by phone dengan Banten Hits, Jumat (23/12/2016), Suyanto mengaku sudah mengetahui salinan SK pemecatan dirinya. Namun, Suyanto mengaku tidak mengetahui alasan pemecatannya itu. 

BACA :  Ulang Tahun, TangCity Mall Gelar Bazar Artis

Dalam salinan SK pemberhentian yang juga diterima Banten Hits, wali kota hanya menyebut alasan pemecatan Suyanto karena ada rekomendasi Dewan Pengawas PDAM TB.

“Target sambungan (baru) setelah RKAP sekarang bahkan suah 5.000 lebih. Target sambungan RKAP 2016 kan hanya 5.000 (sambungan). Laba kita lebih (dari target),” ungkapnya. 

Kalau ada yang menyebut ada target kerja yang tidak tercapai, Suyanto justru balik bertanya, target kerja apa yang tidak tercapai olehnya. Suyanto menyebut, target yang tidak tercapai olehnya mungkin merupakan target yang tidak tertuang hitam putih dalam rencana kerja. Namun, Suyanto enggan menyebutkan target itu.

“Target itu hanya keinginan sepihak yang tidak ada hitam di atas putihnya,” terang Suyanto.

BACA :  PDAM Pandeglang Tak Bayar Kompensasi Pemanfaatan Mata Air di Kawasan Perhutani

Suyanto juga menyebutkan sejumlah capaian kinerjanya selain bertambahnya sambungan baru, di antaranya penyelesaian kontrak kerjasama dengan PT Moya Indonesia. 

Kemudian, berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Banten, di bawah kepemimpinan Suyanto, PDAM TB berhasil mendapatkan nilai 62,53 dengan kategori baik. Penilaian ini jelas jauh berbeda dari tahun sebelumnya yang selalu mendapat rapor merah.

Tak hanya itu, berdasarkan audit kantor auditor independen yang disarankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Banten, pengelolaan keuangan PDAM TB berhasil meraih penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP).

Dody Efendi, salah seorang Dewan Pengawas saat dihubungi Banten Hits lewat telepon genggamnya, Jumat (23/12/2016) mengaku tidak bisa menyebutkan secara konkret kesalahan yang dilakukan Suyanto sehingga dewan pengawas merekomendasikan kepada wali kota untuk memecat Suyanto.

BACA :  Curi Motor di Komplek PU Karawaci, Pemuda Asal Lampung Diringkus

Dody hanya menyebut, Suyanto telah melakukan kesalahan dengan melabrak aturan perundang-undangan seputar pengelolaan PDAM TB Kota Tangerang.

“Saya gak hapal persis (kesalahan Suyanto yang direkomendasikan ke wali kota). Tapi yang pasti rekomendasi (pemecatan) itu kita sudah lakukan sesuai aturan,” jelas Dody.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler