Connect with us

METROPOLITAN

Bela Negara FPI Banten Berawal dari Pemasangan 1.000 Bendera Merah Putih

Published

on

 

Banten Hits – Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh M Desi Ariyanto memastikan mencopot Dandim 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah, setelah kegiatan bela negara yang digelar untuk Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis-Jumat (5-6/1/2016) dinyatakan menyalahi aturan.

BACA JUGA: Gelar Kegiatan Bela Negara untuk FPI Tanpa Izin, Dandim Lebak Dicopot

KH Ahmad Qurtubi Jaelani, Imam Besar FPI Banten yang juga pemilik Pesantren Al Futuhiyah Lebak Gedong, tempat pendidikan bela negara dilangsungkan menjelaskan, kegiatan yang dilakukan pihaknya dengan Kodim Lebak bukan pelatihan militer melainkan pelajaran panduan bela negara (PPBN).

Qurtubi membantah pemberitaan yang menyebut Kodim Lebak menggelar pelatihan militer untuk anggota FPI Banten. Menurutnya, media sudah salah menyimpulkan soal foto peserta pelatihan yang sedang merangkak dan push up.

BACA :  Sidang Sengketa Lahan 58,14 H di Desa Kurung Kambing Ditunda Lagi

“Itu bukan pelatihan militer tapi merupakan bentuk sanksi kepada mereka pada pelajaran pramuka dan juga acara baris berbaris,” ucapnya.

Qurtubi menjelaskan, pendidikan bela negara itu berawal pada Agustus 2016, saat itu Dandim Lebak menyerahkan 1.000 bendera merah putih untuk dipasang di sejumlah desa. Saat itu juga sudah ada pelatihan-pelatihan bela negara di sejumlah pesantren.

Atas dasar itu, lanjut Qurtubi, ia mencoba meminta agar pelatihan bela negara juga bisa diadakan di pesantren salafiah miliknya.

“Dan Dandim Ubaidillah menyambut, bahkan merespons dengan baik permintaan itu,” ungkapnya.

Kurtubi memahami, untuk melakukan pendidikan bela negara tersebut, tentunya harus izin terlebih dulu. Karenanya Desember 2016 dibuatlah surat izin, sehingga pelatihan dilakukan selama dua hari pada Kamis-Jumat (5-6/1/2016).

BACA :  Jadi Target Pencurian, Polisi Minta Orang Tua Tak Pakaikan Perhiasan pada Anak

“Sebenarnya kita buat izin, tapi tetap saja kami menyayangkan adanya media yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu sehingga memberikan informasi yang menyesatkan,” sesalnya. (Rus)



Terpopuler