Connect with us

METROPOLITAN

Buruh PT WLI Tewas Tertimbun Limbah Beracun di Area Pelindo II

Published

on

Cilegon – Sanusi (41) seorang buruh PT Wibawa Lingkungan Indonesia (WLI) tewas di lokasi penyimpanan material limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), di area Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Banten.

Warga asal Kelurahan Bendungan, Kecamatan/Kota Cilegon ini tewas karena tertimbun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Mill Scale.

Untuk memastikan penyebab tewasnya Sanusi, pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten mendatangi lokasi.

Informasi yang diperoleh, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (25/1/2017) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Sanusi tengah membersihkan sampah material Mill Scale.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit karena tertimpa reruntuhan material B3. Korban sedang membersihkan kawat atau sampah paku yang berada di tempat penampungan limbah.” ungkap Rachmatullah, Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Banten, Kamis (26/1).

BACA :  Inilah Pejabat-pejabat Pemkot Tangerang yang Terkena Mutasi

Kata Rachmat, jasad Sanusi pertama kali ditemukan oleh salah seorang operator alat berat di area tersebut.

“Saat itu operator hanya menemukan handphone korban, karena curiga, operator langsung menggali tumpukan limbah, dan benar saja jasad korban tertimbun,” ujarnya.

Disnker sambung Rachmat terus menyelidiki lebih lanjut dengan meminta keterangan sejumlah pihak, salah satunya manajemen PT. WLI.

“Kita juga mintai keterangan manajer operasional untuk diminta keterangan. Salah satunya terkait dokumen SOP, dan dokumen perekrutan,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PT WLI, Wahyu Budi Hustono membenarkan peristiwa tersebut. Namun, pihaknya belum mengetahui secara persis lokasi kejadian.

“Korban baru kerja di sini selama dua hari. Hanya karena ada kita ada kegiatan ekspor, jadi ada tambahan tenaga. Sudah kita jelaskan ke Disnaker,” pungkasnya.(Ep)

BACA :  SKAN Cara Pramuka Kwarda Banten Bentengi Anak dari Bahaya Laten Narkotika



Terpopuler